Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengobatan Evolusioner untuk Atasi Kanker

📅 Rabu, 13 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Pengobatan Evolusioner  untuk Atasi Kanker Doc: AFP/ SAUL LOEB

Evolusi melalui seleksi alam telah membuat manusia lebih baik dari sebelumnya. Menggunakan prinsip teori Darwin tersebut, disiplin pengobatan evolusioner yang relatif baru telah membuat kemajuan di bidang pengobatan kanker melalui terapi adaptif dan kepunahan.

Saat berusia 20 tahun, ilmuwan evolusioner dari University of Michigan, Randolph Martin Nesse, bingung mengapa manusia menjadi tua. Dia tidak mengerti mengapa seleksi alam yang berlangsung lama tidak menghilangkan penuaan sama sekali.

Untuk itu ia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menemukan teori untuk menjelaskannya, namun tidak mampu memecahkan teka-teki tersebut. Dari keingintahuan ini, ia kemudian meletakkan benih bagi cara berpikir yang benar-benar baru tentang pengobatan.

Beberapa tahun kemudian, teman-temannya di museum sejarah alam setempat mengarahkan Nesse pada teori bahwa penuaan hanyalah efek samping dari tekanan evolusi yang memilih gen tertentu dibandingkan gen lainnya. Jika suatu kondisi hanya muncul setelah suatu organisme melewati puncak reproduksinya, maka tidak akan ada tekanan selektif untuk mencegah penularannya.

Sebagai seorang dokter, Nesse menyadari bahwa meskipun dia memahami bagaimana kekuatan-kekuatan ini dapat membentuk spesies, namun ia tidak tahu bagaimana seleksi alam bekerja di dalam tubuh manusia.

"Saya mempelajari setengah dari biologi. Tidak ada yang pernah berbicara tentang relevansi biologi evolusioner (dalam kedokteran)," kata Nesse. "Saya langsung bertanya-tanya apakah ada penjelasan serupa untuk gen yang menyebabkan penyakit," dikutip dari BBC.

Nesse kini dianggap sebagai bapak pendiri pengobatan evolusioner, yang terkadang dikenal sebagai pengobatan Darwin. Pengobatan ini merupakan disiplin ilmu yang relatif baru dan berkembang yang menerapkan teori evolusi pada pertanyaan tentang kesehatan dan penyakit manusia.

Meskipun sebagian besar penelitian medis modern berfokus pada penyebab penyakit secara fisik dan molekuler, pengobatan evolusioner mencoba memahami mengapa manusia berevolusi menjadi rentan terhadap suatu kondisi, dan bagaimana dapat menggunakan evolusi untuk melawannya.

"Apa yang kita hadapi di sini adalah ilmu dasar baru yang belum diterapkan pada pengobatan," kata Nesse.

Ini adalah usaha yang sangat besar untuk sepenuhnya mengubah pemikiran tentang apa itu tubuh manusia dan cara kerjanya. Namun, semakin banyak ilmuwan yang mencoba menerapkan pemikiran evolusioner untuk meningkatkan pengobatan.

Penelitian mereka sudah mulai mengubah pemahaman orang tentang bagaimana kanker dan penyakit autoimun berkembang. Hal ini juga mengungkapkan strategi baru untuk mengatasi masalah-masalah berbahaya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan seperti resistensi antimikroba.

"Saya kagum bahwa ada begitu banyak implikasi praktis dalam waktu yang begitu cepat," tutur Nesse.

Terapi Adaptif dan Kepunahan

Kanker sendiri merupakan demonstrasi proses evolusi dalam mikrokosmos. Mereka adalah kelompok sel yang terus bersaing dan bekerja sama satu sama lain untuk membantu tumor tumbuh dan berkembang. Sebuah penelitian baru-baru ini menyoroti kemampuan sel kanker yang hampir tak terbatas untuk berevolusi dan bertahan hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.