Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Pengembangan SDM Unggul Perlu Didukung Kesadaran Perlindungan Kesehatan dan Ketahanan Finansial

Foto : istimewa

prudential

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA -Pengembangan SDM unggulperludidukung oleh sistem kesehatan yang prima dan stabilitas keuangan yang kokoh, untuksiapmenghadapi tantangan dan perubahan yang cepat. Industri asuransi jiwa berperan penting mendukung pengembangan SDM melalui ragam inovasi produk dan layanan guna memberi perlindungan baik jiwa, kesehatan dan stabilitas keuangan.

Presiden Direktur Prudential Indonesia, Michellina L. Triwardhany (Dhany) mengatakan,PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)berkomitmenmengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan ketahanan finansial masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mendukung lebih banyak keluarga dalam meningkatkan kualitas hidupmelalui perlindungan jiwa, kesehatan, dan stabilitas keuangan

"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melalui partisipasi dalam acara Global Human Capital Summit 2023 bertajuk Shaping Talent of the Future for Resilience and Innovation of Asean, yang diselenggarakan oleh Global Indonesia Professionals' Association (GIPA), khususnya dalam segmen kesehatan," katanya pada acara Global Human Capital Summit 2023 yang disampaikan melalui keterangan tertulis Kamis (31/8).

Dhanymengatkan,pandemi Covid-19 telah menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya mempersiapkan perlindungan baik jiwa maupun kesehatan demi menjaga stabilitas keuangan keluarga. Tidak hanya itu, risiko terjadinya penyakit kritis pun meningkat pasca pandemi.

Berdasarkan data Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kasus penyakit katastropik (jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, dan lainnya) di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 23,3 juta kasus di tahun 2022 . Oleh karenanya diperlukan peningkatan sistem layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, agar masyarakat semakin yakin melangkah dalam menghadapi berbagai risiko tak terduga di masa depan.

Meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat juga perlu didukung dengan berbagai hal penunjang, termasuk salah satunya jumlah tenaga medismencukupi.Data Kementrian Kesehatan menyebutkansaat ini rasio jumlah dokter Indonesia masih tergolong sangat kecil, yaitu 0,47 dokter per 1.000 penduduk.

"Angka ini jauh dibawah standar WHO yang minimalnya 1 dokter per 1.000 penduduk," ujarWakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD, KEMD saatyang juga hadir pada acara tersebut.

Senada denganDante, Dhany menyebutkan keterbatasan jumlah SDM dengan latar belakang bidang kesehatan juga menjadi perhatian pelaku industri asuransi jiwa. Kehadiran SDM dengan latar belakang bidang kesehatan ini tentunya guna mendukung pelaku industri asuransi jiwa dalam meramu dan menghasilkan inovasi produk dan layanan khususnya terkait asuransi kesehatan.

"Hingga Agustus 2023, Prudential Indonesia didukung oleh 176 staf dengan latar belakang pendidikan bidang kesehatan mulai dari dokter, perawat hinggapublic health," kata Dhany.

Selain keterbatasan jumlah SDM dengan latar belakang bidang kesehatan, industri asuransi juga kekurangan SDM dengan latar belakang aktuaria. Bahkan OJK menyebutkan masih ada 40 perusahaan asuransi di Indonesia yang belum memiliki aktuaris .

"Hal inilah yang mendasari Prudential Indonesia mengembangkan Actuarial Development Program. Actuarial Development Program dirancang khusus untuk mengembangkan kompetensi dan karir para talenta-talenta aktuaria lokal di Indonesia, guna mengakselerasi pengembangan aktuaris dari sisi jumlah maupun kemampuan," kata dia.

Prudential Indonesia memberi bantuan berupastudy plan benefitbagi para lulusan bidang Matematika/Statistik yang bergabung, sehingga dapat melalui berbagai uji kompetensi yang diperlukan guna meraih sertifikasi sebagai aktuaris yang kompeten. Selain itu, Prudential Indonesia juga mengoptimalkan program mentoring dan job rotation guna memastikan para aktuaris memiliki pengalaman kerja yang menunjang kompetensinya agar siap mengisi berbagai kebutuhan aktuaria di Prudential Indonesia.

Dengan membuatsuccession planning program, diharapkan berbagai kebutuhan terhadap aktuaris dapat diisi melalui Actuarial Development Program. Hingga Agustus 2023, terdapat 71 aktuaris yang sudah tergabung dalam tim Actuarial dan Pricing di Prudential Indonesia. Harapannya Prudential Indonesia menjadi pilihan tempat berkarir bagi para aktuaris terbaik di Indonesia.

Dhany menambahkan, lebih dari kualitas pelayanan, kesadaran akan pentingnya perlindungan kesehatan juga dipengaruhi oleh faktor literasi keuangan, khususnya literasi asuransi. Banyak orang mengasuransikan kendaraan bermotornya dan tidak merasa rugi ketika tidak pernah klaim.

"Tapi, banyak orang merasa enggan untuk mengasuransikan diri dan keluarganya, karena takut rugi jika tidak pernah mengajukan klaim. Padahal, asuransi bukan hanya sekedar melindungi jika terjadi risiko saja, tapi yang utama untuk melindungi ketahanan finansial keluarga,"terangnya.

Prudential terus berkomitmen untuk meningkatkan penetrasi dan inklusi asuransi melalui program Community Investment. Beberapa diantara inisiatif yang dihadirkan Prudential Indonesia adalah dengan memberi edukasi keuangan kepada anak-anak Indonesia melalui kurikulum Cha Ching.

Kurikulum Cha Chingyang ditujukan untuk anak usia 7 - 12 tahuntersebut diharapkan membuat anak-anaksemakin cerdasdan mampumembuat keputusan finansial sejak dini. Kurikulum ini berhasil mendidik lebih dari 470.000 murid dan melatih lebih dari 15.000 guru di 8.000 sekolah di 8 provinsi dan 15 kota sejak diperkenalkan pada 2017 di Indonesia.

"Kami percaya bahwa sistem kesehatan yang tangguh dan tingginya kesadaran tentang menjaga stabilitas keuangan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera, untuk meraih yang terbaik dalam kehidupan" tutup Dhany.


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top