Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov DKI Sosialisasikan Hidup Bersih untuk Antisipasi Dini Kasus Cacar Air

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 21:58 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Sosialisasikan Hidup Bersih untuk Antisipasi Dini Kasus Cacar Air Doc: ANTARA/HO-Dinkes Kota Bogor
Ket. Ilustrasi - Anak terkena cacar air.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada warga, sekolah, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk waspada dini terhadap kasus baru cacar air seperti di Tangerang Selatan belum lama ini.

"Sosialisasi kepada 'stakeholder' (pemangku kepentingan) melalui pertemuan virtual kepada fasilitas pelayanan kesehatan dan warga sekolah serta para kader untuk meningkatkan gerakan PHBS," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Ani merinci sosialisasi itu meliputi imbauan membawa peralatan makan dan mandi secara pribadi, menerapkan etika batuk, penggunaan masker jika sedang sakit.

Selain itu, imbauan agar masyarakat segera mengakses layanan kesehatan apabila menjumpai gambaran gejala cacar air. Ini agar mereka mendapatkan segera penanganan dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Di sisi lain, kata Ani, Dinkes DKI juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) Kewaspadaan Dini Penyakit Kaki Tangan dan Mulut (Hand Foot and Mouth Disease/HFMD), Cacar Air, dan Gondongan pada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di DKI Jakarta.

Lalu, berbicara kasus, hingga berita ini ditulis, Dinkes DKI belum memberikan data terkini atau tren kasus cacar air di Jakarta.

Sementara itu, pakar kesehatan yang juga Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 Prof. Tjandra Yoga Aditama mengimbau orang tua agar mewaspadai apabila anak mengalami gejala diduga cacar air.

Lalu, kata dia, segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Imbauan serupa juga ditujukan pada guru dan pengelola sekolah.

"Perlu waspada jika ada satu atau dua atau tiga anak di kelas yang muncul dengan gejala-gejala serupa dan segera mengkoordinasikan  dengan puskesmas atau petugas kesehatan yang ada," katanya. 

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, cacar air ditandai gejala antara lain demam ringan, sakit kepala, penurunan nafsu makan, nyeri tenggorokan dan rasa pegal pada badan dan ruam pada bagian kulit.

Penyebab cacar air yakni virus varicella yang bisa menular dengan cepat. Infeksi virus ini bisa menyebar melalui udara saat penderita batuk atau bersin dan kontak langsung dari lendir, air ludah, atau cairan dari luka lepuh.

Langkah pencegahan dalam menghindari terjadinya cacar air adalah dengan menjaga imunitas tubuh, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan menjalani vaksinasi cacar air.

Pada Oktober lalu, sebanyak 53 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Tangerang Selatan terkena cacar air. Sementara itu, merespon munculnya kasus cacar air di Tangerang, Kementerian Kesehatan pun berencana menerbitkan Surat Edaran (SE) Kewaspadaan Penyakit Cacar Air dan Gondongan.

SE tersebut diterbitkan untuk seluruh Dinas Kesehatan provinsi, kabupaten, kota, rumah sakit dan puskesmas di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.