Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Bantul Sarankan Masyarakat Buat 'Jugangan' Tanam Sampah Organik

📅 Selasa, 25 Jul 2023, 15:18 WIB | Oleh:
Pemkab Bantul Sarankan Masyarakat Buat 'Jugangan' Tanam Sampah Organik Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional Piyungan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang ditutup sementara mulai 23 Juli sampai 5 September 2023.

BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menganjurkan masyarakat yang masih mempunyai lahan untuk membuat "jugangan" atau lubang di tanah sebagai tempat menanam sampah organik, menyusul penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional Piyungan dari 23 Juli sampai 5 September 2023.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Selasa, mengatakan, dalam penyelesaian persoalan sampah yang justru rumit itu adalah sampah organik, sampah sisa makanan, yang selama ini sampah sisa makanan itu masih dicampur yang akhirnya pemilahannya sulit.

"Karenanya, sampah organik itu akan kami atasi dengan beberapa gebrakan sebagai berikut, yaitu kami menganjurkan atau mengimbau masyarakat untuk membuat jugangan bagi yang punya lahan," katanya.

Menurut dia, dengan catatan bahwa pembuatan jugangan untuk mengubur sampah organik itu harus ada kontrol pengawasan yang ketat, kontrol itu untuk memastikan bahwa yang dibuang dan ditanam adalah sampah organik.

"Sekali lagi hanya sampah organik. Dulu nenek moyang kita cara membuang sampah organik itu ya ditanam. Tidak dibuang di sungai, tidak dibakar karena sampah basah itu susah untuk dibakar," katanya.

Bupati mengatakan, dan menanam sampah organik di jugangan ini pun sifatnya darurat, sambil menunggu tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) tingkat kabupaten di sejumlah lokasi selesai dibangun yang saat ini proses penyiapan lahan dan pembangunan.

"Nantiketika nanti TPST level kabupaten itu sudah 'ready' semuanya dan TPA Piyungan sudah dibangun oleh Pemerintah DIY, maka aktivitas penimbunan itu harus selesai, tidak dilanjutkan. Itu hanya dalam keadaan darurat dan tidak terus selamanya kita tanam," katanya.

Bupati mengatakan, hal itu karena pemerintah kabupaten tidak mungkin mengkontrol semua rumah tangga di Bantul yang jumlahnya ratusan ribu untuk memastikan yang dibuang ke jugangan adalah sampah organik.

"Kami sendiri juga belum yakin 100 persen bahwa sampah rumah tangga rumah tangga yang ditanam hanya organik saja. Maka itu sifatnya darurat, dan kami tetap menganjurkan dengan kuat untuk dipilah pilah, yang organik yang boleh ditanam, itu sampai September," demikian AbdulHalim Muslih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

42 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.