Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Perang Israel-Hamas

Paus Sambut Baik Gencatan Senjata di Timur Tengah

Foto : ALBERTO PIZZOLI/AFP

Pemimpin Gereka Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus

A   A   A   Pengaturan Font

KOTA VATIKAN - Pemimpin Gereka Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, menyambut baik gencatan senjata yang telah membebaskan beberapa sandera di Timur Tengah dan berdoa untuk pembebasan lebih lanjut.

"Hari ini kami bersyukur kepada Tuhan karena akhirnya ada gencatan senjata antara Israel dan Pelestina, serta beberapa sandera telah dibebaskan," kata Paus Fransiskus dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh seorang pejabat Vatikan pada doa mingguan Angelus, Minggu (26/11).

"Kami berdoa agar mereka semua bisa (dibebaskan) secepat mungkin dan lebih banyak bantuan kemanusiaan tiba di Gaza dan mereka terus melakukan dialog," tambah pemimpin Gereja Katolik berusia 86 tahun itu menanggapi pembebasan sandera yang ditahan Hamas kepada Palang Merah atas 41 sandera Israel dan non-Israel yang ditahan tujuh minggu lalu, sementara Israel membebaskan 78 tahanan Palestina.

Dialog adalah satu-satunya jalan, satu-satunya jalan menuju perdamaian. "Mereka yang tidak mau berdialog berarti tidak menginginkan perdamaian," pungkas Paus Fransiskus.

Gencatan senjata tersebut, yang merupakan jeda pertempuran selama empat hari yang ditengahi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, mengatur agar Hamas membebaskan 50 sandera sebagai imbalan atas pembebasan 150 tahanan Palestina oleh Israel.

Hamas menawan sekitar 240 orang dari Israel selatan dalam serangan tanggal 7 Oktober yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menurut para pejabat Israel menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.

Paus Fransiskus meminta seorang rekannya membacakan pernyataannya saat ia mendaraskan doa Angelus pada 26 November dari kediamannya di Casa Santa Marta, menghadap ke Lapangan Santo Petrus saat ia sedang menderita flu ringan. Doa tersebut disiarkan langsung di layar di Lapangan Santo Petrus dan disiarkan di situs web Vatican News.

Bantuan Kemanusiaan

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, berharap gencatan senjata akan diperpanjnag sehingga lebih banyak sandera dibebaskan dan bantuan manusia masuk ke Gaza.

"Itulah tujuan saya, itulah tujuan kita, untuk melanjutkan jeda ini hingga besok dan setelahnya, sehingga kita bisa terus melihat lebih banyak sandera yang keluar dan memberikan lebih banyak bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan di Gaza," kata Biden.

Biden ingin pertempuran dihentikan selama para tawanan terus dibebaskan. "Saya merasa semua pihak di wilayah itu sedang mencari cara untuk mengakhiri ini sehingga para sandera dibebaskan dan... Hamas benar-benar tidak lagi menguasai Gaza."

Sementara itu, Israel menghadapi tekanan dari keluarga para sandera dan juga para sekutunya, untuk memperpanjang gencatan senjata demi mendapatkan lebih banyak pembebasan. Salah satunya datang dari Menteri Luar Negeri Prancis, Catherine Colonna.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : AFP, Eko S

Komentar

Komentar
()

Top