Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari

Pandemi Jadi Pelecut Atlet untuk Raih Medali

Foto : ANTARA/ ADITYA PRADANA PUTRA
A   A   A   Pengaturan Font

Selain memotivasi para atlet berjuang merebut medali, KOI juga berkampanye untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. KOI akan bentuk Duta Merah Putih.

Olimpiade Tokyo 2020 yang penyelenggaraannya tertunda setahun akan digelar 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Indonesia telah mempersiapkan diri berpartisipasi pada ajang olahraga multi event terbesar dunia itu.

Apa saja dan bagaimana persiapan yang telah dilakukan Indoesia menghadapi perhelatan akbar tersebut? Untuk mengetahui lebih dalam, wartawan Koran Jakarta, Beni Mudesta, mewawancarai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari. Berikut petikannya.

Cabang olahraga apa saja yang akan diikuti Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020?

Yang utama adalah bulu tangkis. Setelah itu ada angkat besi, panahan, dan ada cabor lain juga. Kita menargetkan 30 atlet dapat lolos ke Olimpiade. Hingga saat ini, ada total 23 atlet Indonesia dari tujuh cabang olahraga yang sudah dipastikan tampil di Tokyo. Harapannya dengan ada wildcard bisa mencapai 30 atlet.

Tambahan dari cabang apa saja?

Panahan yang akan berjuang merebut tambahan tiket recurve beregu di Paris pada 17-19 Juni ini. Lalu voli pantai juga punya kesempatan meloloskan atletnya ke Tokyo. Selain itu, ada juga cabang renang dan atletik yang berpeluang lolos menggunakan wildcard.

Karate tidak ada yang masuk, BMX juga tidak masuk. Terakhir masuk itu surfing. Sementara tu, senam juga belum mungkin wildcard. Renang dan atletik mungkin wildcard. Jadi kita masih punya tiga wildcard dan masih menunggu karena belum final.

Siapa saja yang sudah lolos?

Untuk yang sudah lolos adalah Lalu Muhammad Zohri dari atletik, Vidya Rafika Rahmatan Thayiba dari cabang olahraga menembak, Mutiara/Melani dari dayung, Rio Waida dari cabang surfing, dan dua atlet panahan dari nomor recurve putra dan putri.

Dari cabang angkat besi ada Windy Cantika Aisah (49kg), Eko Yuli Irawan (61kg), Deni (67kg), Rahmat Erwin Abdullah (73kg), dan Nurul Akmal (+87kg).

Sisanya diamankan oleh cabang bulu tangkis, yaitu tunggal putra Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, serta tunggal putri Gregoria Mariska. Kemudian, ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Kevin Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Sedang ganda putri Greysia Poilii/Apriyani Rahayu, serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Apakah masih ada peluang dari cabor lain?

Meski kehilangan Hafiz/Gloria yang berarti kita kehilangan dua, tetapi ada tambahan dua juga dari cabor dayung. Namanya dinamika ya proses kualifikasi ini. Kita masih berusaha menambah wakil. Sekarang kita doakan surfing bisa lolos. Kalau ini lolos, surfing bisa potensi emas.

Terkait target, berapa emas yang mampu diraih kontingen Indonesia?

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mematok dua medali emas di Olimpiade 2020 Tokyo, sekalipun kondisi saat ini masih di tengah pandemi.

Covid-19 bukan sebuah halangan. Sebaliknya menjadi tantangan para atlet untuk mengukir prestasi. Hal itu sudah dibuktikan saat Olimpiade di Rio de Janeiro 2016. Meskipun situasi itu tengah diadang virus zika, motivasi Indonesia tak surut dan malah sukses bawa pulang medali emas lewat ganda campuran bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dihadapkan dengan virus zika dan Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas. Kini di tengah tantangan pandemi Covid-19, kita berharap Indonesia bisa membawa pulang dua medali emas.

Untuk dampak pandemi yang masih mengkhawatirkan bagaimana KOI menyikapinya?

Hingga kini kontingen Indonesia tetap mempersiapkan diri menuju Olimpiade Tokyo meski pemerintah Jepang telah menerapkan keadaan darurat. Saya sudah tanya sama pihak Jepang, Olimpiade Tokyo tetap digelar sesuai dengan rencana. Meski tidak ada penonton asing, ya tidak masalah buat kita.

Kita tidak keberatan dengan keputusan panitia penyelenggara melarang kehadiran penonton luar negeri. Yang terpenting saat ini bagaimana Olimpiade bisa tetap terselenggara dengan aman.

Jika Olimpiade 2020 Tokyo sukses terselenggara, itu bakal menjadi momen yang tak terlupakan apalagi seluruh dunia sudah sangat menantikannya.

Penonton dari luar negeri telah dipastikan tidak bisa mendukung, langkah apa yang akan dilakukan KOI untuk memotivasi semangat atlet Indonesia?

KOI berencana memaksimalkan peran masyarakat Indonesia di Jepang. Langkah ini diambil guna membangun atmosfer positif bagi kontingen kita. Kita telah bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo untuk bisa memfasilitasi dan memobilisasi suporter Indonesia yang berada di Jepang saat penyelenggaraan Olimpiade.

Pada fase persiapan, kita akan memasukkan bujet khusus di anggaran untuk masyarakat Indonesia yang berada di Jepang agar mendukung Kontingen Indonesia di Olimpiade.

Koordinasi dengan KBRI penting dilakukan karena Olimpiade Tokyo diselenggarakan dalam kondisi adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

Memang bebas warga Indonesia di Jepang mendukung dengan datang ke venue?

Panitia Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo (TOGOC) sudah memberikan larangan bagi penonton dari luar Jepang. Mereka juga tengah mempertimbangkan pembatasan kuota penonton sebanyak 50 persen dari kapasitas kursi di venue.

Aturan-aturan baru ini membuat kita harus menyiapkan langkah-langkah baru. Sebab, kita harus membangun dukungan untuk atlet-atlet yang tampil di Olimpiade.

Bagaimana cara mengerahkan WNI?

Format pengerahan dukungan untuk atlet-atlet Indonesia ini nantinya bakal dibahas lebih detail dengan pihak KBRI di Tokyo.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan. Tak sekadar penyediaan tiket pertandingan, meski itu bakal menjadi tantangan tersendiri. Banyak cara lain yang bisa dilakukan karena di sana kita juga akan menyediakan Rumah Indonesia sehingga masyarakat Indonesia yang berada di Jepang bisa berinteraksi dengan atlet-atlet kita.

Penyelenggaraan Olimpiade di masa pandemi Covid-19 menuntut KOI berpikir kreatif. Salah satu langkah kreatif KOI adalah menyiapkan ambasador Merah Putih hingga menggandeng influencer serta key opinion leader (KOL) untuk mendukung perjuangan Indonesia di Olimpiade Tokyo.

Kerja mereka apa?

Tugas Ambasador Merah Putih membangun komunikasi. Dia menyampaikan kepentingan Indonesia agar dapat lebih diketahui secara masif lagi oleh masyarakat di Tanah Air. Misalnya menyebarkan kabar tentang Tim Indonesia. Mereka menjadi mata masyarakat Indonesia di Olimpiade.

Indonesia berencana menyampaikan banyak misi di Olimpiade Tokyo, mulai perjuangan atlet hingga kesiapan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Kita tidak mau berjuang sendirian. Kita akan libatkan semua pihak untuk peduli dan terlibat langsung membantu perjuangan atlet dan kepentingan-kepentingan Indonesia.

Apa saja kriteria untuk ambasador Indonesia tersebut?

Pertama harus suka dan memiliki concern terhadap olahraga. Selanjutnya, mereka yang terlibat juga harus memiliki followers yang banyak di media sosial agar pesan perjuangan atlet-atlet Indonesia ini sampai ke seluruh masyarakat yang berada di Tanah Air.

KOI sudah mengantongi beberapa nama yang pantas menjadi kandidat ambasador Merah Putih, influencer hingga KOL yang akan diajak bekerja sama. Saat ini sudah memasuki tahap seleksi dan akan diumumkan menjelang keberangkatan kontingen Indonesia.

Sejauh ini apa saja yang dilakukan KOI dalam memantau persiapan atlet?

Kita telah bersafari ke beberapa pelatnas untuk menengok persiapan para atlet. Bersama CdM (Chef de Mission-ketua kontingen), telah berkunjung ke Pelatnas Bulutangkis di Cipayung.

Hal yang juga menjadi sorotan adalah pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Sejauh mana progres yang dilakukan KOI?

Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah memberikan apresiasi positif terhadap kinerja Indonesia dalam proses pencalonan tuan rumah Olimpiade 2032. Hal ini diutarakan Ketua Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan IOC Kristin Kloster Aasen.

Kita mendapat gestur positif dari Aasen. Dia terkesan dengan presentasi Indonesia dan dinilai memiliki progres yang cepat sejak paparan pertama pada Februari.

Apa saja yang dipresentasikan?

Kita mempresentasikan progres yang telah dikerjakan Indonesia dalam mengikuti proses bidding. Selain paparan terkait kesiapan sejumlah venue serta rancangan proyek Olimpiade, Indonesia juga menjelaskan Grand Design Pembinaan Prestasi Olahraga yang disusun Kemenpora hingga 2045.

Grand Design yang telah dibuat Kemenpora menjadi sorotan dan poin positif di mata IOC. Secara keseluruhan, Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan mengatakan tidak menemukan kesalahan dalam proposal bidding Indonesia. Mereka juga menyatakan bahwa kita adalah kandidat yang sangat baik untuk menjadi tuan rumah Olimpiade usai melihat potensi besar yang ada di Indonesia.

Bagaimana KOI melihat peluang Indonesia bisa memenangkan bidding?

Penentuan tuan rumah Olimpiade bukan lagi melalui proses bidding, tetapi dengan pendekatan dialog. Ada targeted dialog, continous dialog, dan interested party. Posisi Indonesia ada di continous dialog, tepat berada di belakang targeted dialog, yaitu Brisbane karena mereka lebih dulu menyampaikan semua materi. Ibarat balap mobil, kita saat ini sedang mengejar Brisbane. Kita harus bisa mendahului Brisbane.

Modal kita apa saja kok berani mengajukan diri jadi tuan rumah Olimpiade?

Indonesia memiliki tiga modal kuat untuk menjadi tuan rumah penyelenggara Olimpiade, sustainability (keberlanjutan), legacy (warisan), dan dukungan masyarakat. Ada parameter-parameter yang dijadikan dasar dalam proses pemilihan ini. Hampir semuanya terpenuhi oleh Indonesia. Contohnya sustainability adalah GBK. Itu dipakai di Asian Games pertama, kedua, dan insya Allah nanti di Olimpiade. Untuk legacy, kalau Indonesia jadi tuan rumah ini akan menjadi legacy-nya dunia dan IOC karena pertama kalinya diadakan di Asia Tenggara. Kalau di negara lain kan sudah sering, Brisbane sudah tiga kali.

Dukungan masyarakat bisa dilihat dari Asian Games dan Asian Paragames, mereka sangat antusias. Saking antusiasnya, surat permintaan menjadi tuan rumah Olimpiade bukan dari Ketua KOI, tetapi langsung presiden. Itu semua menjadi faktor penentu.

Tantangan tersebesar apakah yang bakal dihadapi untuk menjadi tuan rumah ajang sebesar Olimpiade?

Hal yang utama sebelum menjadi tuan rumah adalah rakyat Indonesia paham tentang Olimpiade. Kita telah meluncurkan gerakan sadar Olimpiade, ini akan membawa kita sampai ke 2032. Tantangan terbesar bukan mencari atlet, tapi bagaimana memberikan pengertian kepada orang tua, bagaimana anaknya bisa menjadi atlet yang baik.

Riwayat Hidup*

Nama : Raja Sapta Oktohari

Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 15 Oktober 1975

Pendidikan:

  • Undergraduate of MIS di Oklahoma City University, AS (1998)
  • Undergraduate Of Business Administrations di American Institute Of Management Studies, AS (2000)

Karier dan organisasi:

  • Komisaris PT OSO
  • CEO Mahkota Promotion
  • Ketua Umum HIPMI (2011-2014)
  • Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (2014-2019)
  • Vice President Asian Cycling Confederation (2015-2019)
  • Chief de Mission kontingen Indonesia untuk Olimpiade Rio (2016)
  • Komisaris Utama PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (2028-sekarang)
  • Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (2019-sekarang)
  • Direktur PT Citra Putra Realty Tbk (2019-sekarang)
  • Vice President Asian Cycling Confederation (2021-sekarang)

Penghargaan:

  • Promotor tinju termuda di dunia
  • 50 orang berpengaruh versi Majalah Globe
  • Kategori pengusaha muda madya dan Young Entrepreneur of the Year Award dari Asia Pasific Entrepreneurship Award

*BERBAGAI SUMBER/LITBANG KORAN JAKARTA/AND

(ben/G-1)
Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Benny Mudesta Putra

Komentar

Komentar
()

Top