Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
“Burden Sharing" | BI Borong SBN Sebesar Rp439 Triliun Rupiah hingga 31 Desember 2022

Neraca Keuangan BI Berisiko Defisit

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Terkait kekhawatiran soal burden sharing yang akan berdampak terhadap neraca keuangan BI, dia menilai kekhawatiran tersebut memang beralasan karena ada potensi defisit keuangan BI. Namun, defisit neraca keuangan BI bukan yang pertama kali terjadi, sehingga dia menegaskan yang terpenting adalah BI menjalankan perannya sebagai bank sentral.

Mengenai potensi penerimaan pada tahun depan, dia menuturkan hal tersebut memang akan menjadi tantangan tersendiri yang patut dinantikan. Meski demikian, kebijakan reformasi perpajakan yang mulai berlaku tahun ini, diprediksi mampu menopang penerimaan negara pada 2023.

Penanganan Pandemi

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama BI melanjutkan burden sharing atau bagi beban melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) III dalam rangka menangani pandemi Covid-19 yang berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai 31 Desember 2022. Dalam SKB III ini, BI akan membeli SBN sebesar 439 triliun rupiah dengan rincian 215 triliun rupiah pada 2021 dan 224 triliun rupiah pada 2022. Bunga SBN ini mengacu pada suku bunga reverse repo BI tenor 3 bulan yang di bawah suku bunga pasar.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyatakan SKB III ini dilatarbelakangi oleh adanya peningkatan penyebaran Covid-19 varian Delta yang memerlukan pembiayaan besar, termasuk untuk penanganan kesehatan dan kemanusiaan.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Antara, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Komentar

Komentar
()

Top