Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Misteri Batu Matahari Aztec, Antara Kalender dan Altar Pengorbanan

📅 Senin, 09 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Misteri Batu Matahari Aztec, Antara Kalender dan Altar Pengorbanan Doc: Istimewa

Di Meksiko terdapat peninggalan yang disebut dengan Batu Matahari. Batu ikonik ini oleh para ilmuwan sering dianggap sebagai kalender, namun beberapa ilmuwan menyebutnya sebagai altar pengorbanan untuk dewa matahari.

Sebelum kedatangan bangsa Barat, Meksiko telah dihuni oleh bangsa yang disebut Aztec. Peradaban ini berkembang di kawasan tengah Meksiko pada zaman Pasca Klasik sejak 1300 sampai 1521 tarikh Masehi.

Masyarakat Aztec terdiri atas bermacam-macam suku bangsa yang mendiami kawasan tengah Meksiko, khususnya suku-suku bangsa penutur bahasa Nahuatl yang mendiami sebagian besar kawasan Mesoamerika sejak abad ke-14 sampai abad ke-16.

Salah satu peninggalan peradaban Aztec adalah Sun Stone atau Stone of the Sun's alias Batu Matahari. Khristaan Villela, seorang profesor bidang Riset Sejarah Seni di Universitas New Mexico, Albuquerque, dan ilmuwan di Universitas Seni dan Desain Santa Fe, New Mexico (AS), telah meneliti batu ini.

Bagi dia, Batu Matahari mungkin merupakan patung paling terkenal yang dibuat di Amerika sebelum kedatangan orang Eropa pada akhir abad kelima belas. Para sarjana sebelumnya berpikir bahwa batu itu diukir pada 1470-an pada masa pemerintahan kaisar Aztec, Axayacatl.

Sebagian besar penulis saat ini percaya bahwa Kaisar Moctezuma Xocoyotzin menugaskan pembuatan Batu Kalender antara tahun 1502. Sementara itu penaklukan Meksiko oleh Spanyol baru dilakukan pada 1521.

"Kami tidak tahu di mana batu itu awalnya ditempatkan di ibu kota Aztec, Tenochtitlan, tetapi mungkin terletak dekat dengan wali kota Templo," ujar dia dalam tulisannya di laman Mexicolore.

Villela menuturkan, setelah kekalahan Aztec, Spanyol mencoba untuk menghancurkan, atau mengubur kuil dan monumen yang dibangun di bekas ibu kota. Situs ini dianggap terkait erat dengan kepercayaan dan praktik agama pagan pra-Columbus.

Namun untuk beberapa alasan, Batu Kalender tampaknya dibiarkan tidak terkubur. Sebelumnya biarawan Dominikan, Diego Durán ingit, pernah melihat sebuah patung tergeletak di Zócalo atau alun-alun utama Mexico City. Dari uraian yang disampaikan hampir pasti adalah Batu Kalender.

Durán mencatat bahwa monumen tersebut kemudian dikuburkan oleh Uskup Agung Alonso de Montúfar (mungkin pada akhir tahun 1550-an). Alasannya karena terjadi pembunuhan dan pelanggaran lain yang dilakukan terkait batu itu.

Beruntung Batu Kalender berhasil ditemukan kembali pada Desember 1790, selama proyek perataan jalan di Zócalo, Mexico City. Lempengan basal besar, berukuran diameter 11,5 kaki dengan berat lebih dari 24 ton, telah terkubur kurang dari tiga kaki di bawah permukaan, dengan pahatan menghadap ke bawah.

Jam Montezuma

Batu Kalender adalah salah satu dari tiga patung besar Aztec yang ditemukan kembali pada tahun 1790 dan 1791, bersama dengan patung Dewi Coatlicue yang terkenal dan Batu Tizoc. Rupanya otoritas Gereja Katolik dan kolonial Spanyol berencana untuk menggunakan Batu Kalender sebagai langkah antisipasi agar umat terbebas dari kepercayaan lama dan juga sebagai pernyataan simbolis dari kemenangan atas penyembahan berhala agama Aztec.

Tetapi sebelum ini dapat berlalu, seorang penulis dan ilmuwan Meksiko, Antonio de León y Gama turun tangan. Ia meyakinkan raja muda bahwa Batu Kalender bukanlah patung religius, seperti Coatlicue, melainkan perangkat kronologis dan astronomi. Batu ini pantas dilestarikan sehingga kemudian batu itu dipasang di menara barat daya Katedral, dan menjadi objek wisata yang sering disebut sebagai "Jam Montezuma."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.