Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Mewaspadai Virus Nipah, Apa Saja yang Harus Anda Ketahui?

Foto : AP/Shijith.K

Orang-orang yang mengenakan pakaian pelindung bersiap mengkremasi jenazah anak laki-laki berusia 12 tahun yang meninggal karena virus Nipah di Kozhikode, negara bagian Kerala, India, Minggu, 5 September 2021.

A   A   A   Pengaturan Font

Virus Nipah adalah virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae. Wabah pada manusia pertama kali terdeteksi terjadi di Malaysia pada 1998 dan menyebabkan 265 kasus dan 105 kematian. Sejak itu, satu atau dua wabah terjadi setiap tahunnya. Lebih dari separuh orang yang terinfeksi meninggal.

Wabah paling sering dilaporkan tidak hanya di Bangladesh, tapi juga di India, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Proporsi infeksi virus Nipah yang tidak menunjukkan gejala bervariasi dari satu wabah ke wabah lainnya dan berkisar antara 17% hingga 45%. Bila virus memang menimbulkan penyakit, dampak utamanya adalah ensefalitis (pembengkakan otak). Pasien mengalami demam dan mengeluh sakit kepala hebat. Banyak pula yang mengalami disorientasi, kantuk, dan kebingungan. Beberapa pasien juga mengalami infeksi dada.

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi virus Nipah, sehingga perawatan medis hanya bersifat "suportif", yaitu mengobati gejala individu dan menjaga kenyamanan pasien hingga diharapkan sembuh.

Beberapa pengobatan tampaknya memiliki potensi, setidaknya dalam penelitian pada hewan, tapi hanya sedikit riset pada manusia. Sebuah uji coba kecil terhadap obat yang disebut ribavirin menunjukkan obat ini dapat mengurangi kematian, tapi penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : -
Penulis : -

Komentar

Komentar
()

Top