Nasional Mondial Ekonomi Daerah Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Menyedihkan! Setelah Gagal Berdamai, Ukraina Rela Memohon pada Rusia Lakukan Ini Demi Kemanusiaan

Foto : Presidency of Ukraine/Handout/Anadolu Agency

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

A   A   A   Pengaturan Font

Ukraina mengusulkan evakuasi prajurit dan warga sipil kepada Rusia, setelah ultimatum penyerahan yang diberikan Rusia berakhir pada Rabu (20/4), meninggalkan banyak orang terjebak di pabrik baja Azovstal di Mariupol, Ukraina.

Reuters melaporkan lusinan warga sipil berhasil meninggalkan pelabuhan menggunakan bus-bus kecil. Namun, Presiden Volodymyr Zelensky memperkirakan terdapat 1.000 warga sipil lain yang juga berlindung di pabrik baja tersebut. Sementara, Komandan Marinir Ukraina, Serhiy Volny, mengemukakan pejuang di sana mungkin tidak bisa bertahan lebih lama.

Ukraina siap untuk putaran negosiasi khusus dan tanpa syarat demi menyelamatkan orang-orang kami, (Battalion) Azov, militer, warga sipil, anak-anak yang hidup dan terluka," ujar negosiator Mykhailo Podolyak dalam cuitannya seperti dikutip Reuters.

David Arakhama, negosiator Ukraina lainnya juga mengatakan dalam sebuah unggahan online bahwa dirinya dan Podolyak tengah melangsungkan komunikasi yang konstan dengan pasukan Rusia di Mariupol.

"Hari ini, dalam percakapan dengan pembela kota, sebuah proposal diajukan untuk mengadakan negosiasi langsung, di lokasi, pada evakuasi garnisun militer kita," ujarnya.

Arakhama bahkan menegaskan pihaknya hanya tinggal menunggu konfirmasi Rusia terhadap proposal negosiasinya.

"Untuk bagian kita, kita siap untuk datang untuk negosiasi seperti itu kapan saja segera setelah kami menerima konfirmasi dari pihak Rusia," tambah Arakhama.

Sementara itu, negosiasi damai juga telah terhenti. Rusia menuduh Ukraina menunda pembicaraan damai. Sebaliknya, Ukraina juga menuduh Rusia memblokir pembicaraan dengan gencatan senjata yang tidak manusiawi.

Kepala Gereja Ortodoks Ukraina bahkan menghimbau masyarakat untuk melupakan layanan keagamaan pada Sabtu malam Paskah di daerah-daerah yang terkena dampak pertempuran karena takut pemboman Rusia akan terus berlanjut.

Berdasarkan laporan Reuters, lebih dari lima juta Ukraina telah melarikan diri ke luar negeri sejak Rusia menyerbu 24 Februari yang menjadi serangan terbesar pada negara Eropa sejak 1945.

Ukraina mengatakan sejauh ini telah menahan serangan oleh ribuan pasukan Rusia. Sementara pasukan Rusia melakukan serangan terhadap puluhan fasilitas militer di Ukraina timur, termasuk menembak helikopter MI-8 Ukraina di dekat desa Koroviy Yar.

Pemerintah di Kyiv Mariupol sekarang menjadi gurun di mana mayat-mayat tergeletak di jalan-jalan dan Rusia memukul tanaman baja Azovstal dengan bom, seperti dikutip Reuters.


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Suliana

Komentar

Komentar
()

Top