Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meningkatnya Emisi Peternakan Melemahkan Perjuangan Iklim Dunia

📅 Rabu, 08 Nov 2023, 00:17 WIB | Oleh:
Meningkatnya Emisi Peternakan Melemahkan Perjuangan Iklim Dunia Doc: istimewa
Ket. Peternakan melepaskan gas metana yang kuat, menghasilkan 14,5 persen emisi global.

LONDON - Emisi gas rumah kaca dari produsen daging dan susu terbesar di dunia semakin meningkat pada tahun ini, menunjukkan adanya kebutuhan mendesak bagi industri makanan untuk menjaga kebersihan praktiknya dan membantu mencegah pemanasan global.

Menurut laporan jaringan investor Fairr Initiative, emisi yang dihasilkan dari 20 perusahaan daging dan susu publik terbesar di dunia naik 3,3 persen dari tingkat emisi pada tahun 2022.

Dikutip dari The Straits Times, analisisnya mencakup perusahaan-perusahaan seperti Hormel Foods di AS, pemasok McDonald's, dan produsen pakan dan raksasa daging terkemuka di Tiongkok, New Hope Liuhe. "Sektor ini tidak berjalan sesuai rencana," kata Thalia Vounaki, manajer senior penelitian Fairr Initiative.

Jejak iklim yang ditimbulkan oleh industri makanan sangat besar, menyumbang sekitar sepertiga gas rumah kaca global. Peternakan, yang melepaskan gas metana yang kuat, menyumbang 14,5 persen emisi global.

"Hal ini menggarisbawahi perlunya fokus pada pangan dan pertanian seiring para pemimpin dunia bersiap menghadapi KTT COP28 mendatang di Dubai akhir bulan ini," kata Fairr dalam laporannya.

Kelompok investor ini meningkatkan kesadaran mengenai risiko dan peluang lingkungan, sosial dan tata kelola di sektor pangan global, dan didukung oleh aset lebih dari 70 triliun dollar AS.

Uni Emirat Arab telah menyerukan komitmen untuk mentransformasi industri pangan, sementara Organisasi Pangan dan Pertanian PBB akan meluncurkan peta jalan net-zero untuk sektor ini.

Laporan Fairr menyoroti beberapa perusahaan telah berhasil mengurangi emisinya. "Namun secara keseluruhan terdapat berbagai tingkat komitmen dan pengungkapan iklim," katanya.

Hampir dua pertiga perusahaan yang dianalisis tidak mengungkapkan apa yang disebut emisi Cakupan 3, yang mencakup emisi yang terjadi secara tidak langsung di sepanjang rantai nilai perusahaan. Hanya empat dari 20 perusahaan teratas di sektor ini yang mempunyai target net-zero.

Laporan tersebut menyoroti industri peternakan telah mengalami kemajuan di berbagai bidang seperti protein alternatif, limbah dan polusi, serta penggunaan air. Meskipun hal ini menunjukkan "praktik buruk bukanlah bagian yang tidak dapat dihindari dalam ekosistem pasokan pangan," kelompok investor tersebut mendesak adanya kemajuan lebih lanjut dalam aspek lingkungan.

"Kita sudah lama mengetahui bahwa umat manusia tidak dapat memperbaiki perubahan iklim tanpa memperbaiki cara kita memberi makan dunia," kata Jeremy Coller, investor ekuitas swasta dan pendiri Fairr.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.