Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Tindakan Supergirl Membunuh akan Lolos dari Kontroversi Ala Man of Steel

📅 Rabu, 10 Mei 2023, 20:51 WIB | Oleh:
Mengapa Tindakan Supergirl Membunuh akan Lolos dari Kontroversi Ala Man of Steel Doc: Istimewa
Ket. The Flash membawa Supergirl melebihi Superman dalam menghadapi musuh

LOS ANGELES - The Flash karya Andy Muschietti yang akan dirilis bulan depan, disebut sebagai salah satu film DC Extended Universe terbaik, sekaligus paling keras. Itu tampak dari adegan trailer yang menampilkan Kara Zor-El AKA Supergirl, menyerang sejumlah penjaga yang hendak menangkap saudara sepupu Superman itu.

Pada 2013, saat Superman (Henry Cavill) dimunculkan oleh Warner Bros. dalam Man of Steel, fans kala itu terbelah dalam kontroversi pada adegan pertarungan puncak Kal-El (Superman) dengan Jendral Zod (Michael Shannon). Dalam babak akhir film karya sutradara jenius, Zack Snyder itu, Superman diperlihatkan mengakhiri hidup Zod, sosok jahat yang juga datang dari planet asalnya, Krypton.

Dengan kekuatan setara, sepanjang film keduanya terlibat dalam pertempuran mati-matian di langit Metropolis, namun Superman baru mengambil keputusan setelah separuh kota hancur dan banyak korban jatuh. Superman membunuh Zod yang akan menyerang sebuah keluarga ketakutan dengan penglihatan panasnya.

Superman memintanya untuk berhenti, tetapi Zod menegaskan," Tidak akan! ", dan Kal-El terpaksa mematahkan leher Zod. Adegan ini tetap menjadi salah satu elemen paling memecah belah penggemar Superman, dengan para pencela bersikeras bahwa aturan larangan membunuh bagi Superman yang selama ini dikenal menganut prinsip "No Kill" tidak dapat diganggu gugat. Sementara kubu yang lain mengatakan bahwa Superman tidak memiliki pilihan lain.

Sementara itu pada The Flash, dalam semesta alternatif yang timbul akibat tindakan Speed Force Barry Alen, diperlihatkan Batman Micahel Keaton dan dua Barry Alen membebaskan Supergirl dari penjara.

Dilansir oleh Screen Rant, sejak awal tampak jelas jika Supergirl ditampilkan tidak ragu untuk mengambil nyawa orang lain. Kara melempar penjaga penjara seperti boneka, dengan satu orang dicampakkan langsung ke dalam ledakan dan yang lain dilontarkan jauh ke arah pegunungan.

Secara realistis, tak satu pun dari penjaga itu yang dapat selamat dari kemarahan Supergirl, dan itu adalah tindakan yang lebih terang-terangan dari Superman dalam Man of Steel, yang baru menggunakan kekuatan mematikan saat keadaan sudah "terlambat".

Sementara Supergirl dalam The Flash condong bertindak langsung, ini akan menghindari kontroversi serupa masa lalu.
Fakta bahwa itu terjadi dalam realitas alternatif, membantunya lolos dari kewajiban untuk harus mengikuti kesinambungan arus utama dalam universe sebelumnya, atau kritik potensial dari itu.

Supergirl sendiri juga memiliki sejarah layar lebar yang jauh lebih sedikit daripada Superman, yang membuat konsep aturan tanpa pembunuhan kurang mengakar baginya. Selain itu, Kara telah menjadi tahanan yang mengalami perlakuan buruk begitu lama, membuatnya cenderung tega melakukan kekerasan mematikan terhadap para penculiknya.

Dengan semua faktor ini, peran Supergirl di The Flash sepertinya tidak akan menghadapi kontroversi seperti Man of Steel, terutama dengan cerita apokaliptik seperti Flashpoint sebagai dasarnya.

Meski begitu, The Flash mengunjungi kembali Man of Steel melalui lensa realitas alternatif bahkan lebih menarik dengan Supergirl yang lebih rentan untuk membunuh dibandingkan dengan Superman. Dengan melakukan itu, The Flash meredakan dampak masa lalu Man of Steel yang tertanam kuat pada benak fans.

Pengaruh orang tua

Bila ditilik, prinsip "No Kill" Superman berasal dari masa kecilnya sebagai Clark Kent. Ia besar dalam didikan Jonathan dan Martha Kent, orang tua Superman di Bumi, pasangan santun dari komunitas kecil di Smallville.

Keinginan terdalam Clark, bukanlah dari seseorang yang diberikan kekuatan tak terbatas, bukan ketenaran atau uang, tetapi tujuan utamanya adalah membuat perbedaan di dunia. Apakah itu menyelamatkan siswa dari bus sekolah yang tenggelam di sungai, atau bahkan menyelamatkan ayahnya yang akhirnya lenyap ditelan pusaran tornado (yang urung ia lakukan karena dilarang), Clark di DCEU terbukti memiliki apa yang dapat digambarkan sebagai kecanduan untuk membantu orang lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.