Menanti Petunjuk Baru The Fed
📅 Rabu, 14 Jun 2023, 09:21 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan rawan kembali terkoreksi tengah pekan ini. Peluang pelemahan rupiah makin terbuka jika data inflasi Amerika Serikat (AS) turun.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai data inflasi AS sangat penting untuk menjadi panduan kebijakan moneter ke depan. Apabila data inflasi pada Mei lalu melampaui ekspektasi pasar sebesar 4,3 persen, hal itu akan mendorong bank sentral setempat atau The Fed menaikkan kembali suku bunga acuan ke depan.
Penegetatan tersebut diperkirakan dapat membuat rupiah makin terdepresiasi. Sutopo memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (14/6), bergerak di kisaran 14.800-14.900 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (13/6), melemah 0,5 poin dari sehari sebelumnya menjadi 14.863 rupiah per dollar AS.
Analis ICDX Revandra Aritama menganggap sentimen pasar terkait rupiah terhadap dollar AS masih menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). "Banyak kabar yang menyebut potensi The Fed untuk menahan nilai suku bunga cukup besar mengingat nilai suku bunga saat ini cukup tinggi dan kondisi ekonomi internal AS yang dikabarkan kurang baik. Jika benar hasil rapat FOMC menahan nilai suku bunga, maka rupiah memiliki peluang untuk menguat cukup besar mengingat faktor fundamental ekonomi Indonesia cukup baik," kata Revandra di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!