Luar Biasa! Metaverse Diprediksi Bisa Bantu Proses Operasi Bedah di Masa Depan
📅 Minggu, 27 Feb 2022, 11:30 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Istimewa
Perkembangan teknologi yang melesat juga mempengaruhi dunia kesehatan. Kini, proses pengobatan telah didorong dengan masifnya digitalisasi kesehatan salah satunya dengan teknologi pengobatan jarak jauh (telemedicine).
Kemajuan teknologi juga membuat metaverse diprediksi bisa dimanfaatkan untuk dunia kedokteran. Nantinya, metaverse bisa diprediksi berguna untuk melakukan operasi bedah di masa depan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Chief Medical Officer Medical Realties dan konsultan ahli bedah kolorektal Barts Health NHS Trust.
"Operasi bedah bisa dilakukan melalui avatar dan hologram, dibantu oleh augmented reality (AR) dan virtual reality (VR)," kata Ahmed dalam webinar 'How 5G and IoT Tech Will Transform Healthcare, dikutip Senin (21/2).
Ia menuturkan, di beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS) dan India, penerapan metaverse sudah dilakukan. Misalnya di India, All India Institutes of Medical Sciences (AIIMS) telah menggunakan teknologi operasi digital berbasis metaverse dari perusahaan teknologi ImmesiveTouch.
Sebaiknya Anda baca juga:
ImmersiveTouch memungkinkan dokter memakai teknologi untuk menyimulasikan patologi unik setiap pasien dalam 3D. ImmersiveTouch mengintegrasikan solusi untuk perencanaan bedah, pelatihan, dan keterlibatan pasien menggunakan metaverse.
Ahmed menjelaskan, ahli bedah bisa mengandalkan metaverse. Ini bertujuan agar operasi bisa dilakukan dengan pengalaman 3D sehingga jauh lebih realistis.
Adanya metaverse, kata dia, bisa memberikan dampak positif kepada para ahli bedah. Sehingga, ahli bedah bisa melakukan kolaborasi dari jarak jauh.
"Setiap ahli bedah dapat mengakses catatan pasien dan melihat umpan satu sama lain saat menjadi avatar di dunia mereka," ucap Ahmed.
Namun, Ahmed mengingatkan pentingnya infrastruktur digital yang kuat dalam memanfaatkan metaverse untuk operasi bedah. Ini dikarenakan tindakan operasi bedah membutuhkan bandwidth yang sangat besar. Kemudian, penerapan metaverse juga membutuhkan data yang cukup besar dan alur kerja yang lebih kompleks.
"Ini adalah teknologi yang membutuhkan bandwidth besar, tetapi sebenarnya dapat didukung oleh 5G dan saya melihat ini jauh lebih realistis," ujarnya.
Ahmed sendiri ternyata pernah memimpin operasi pengangkatan tumor di The Royal London Hospital dengan menggunakan teknologi VR. Dalam tindakan tersebut, teknologi VR memungkinkan keseluruhan proses operasi bisa disaksikan dan penonton merasakan seolah-olah mereka berada di ruang operasi.
Selain itu, Ia juga bisa mengajari para mahasiswa kedokteran di seluruh dunia mengenai prosedur operasi pengangkatan tumor secara real time. Ini dikarenakan teknologi VR yang digunakan saat proses operasi.
"Ini adalah hal yang menakjubkan di dalam dunia kedokteran. Ada begitu banyak kemampuan teknologi yang memiliki potensi besar untuk bisa dimanfaatkan," tutur Ahmed.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!