Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korea Selatan Tuntut Penarikan Pasukan Korea Utara dari Russia

📅 Selasa, 22 Okt 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korea Selatan Tuntut Penarikan Pasukan Korea Utara dari Russia Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket. Pengiriman Pasukan l ­Pemimpin Korut, Kim Jong-un (tengah), saat mengunjungi sekompi pasukan di sebuah lokasi rahasia pada 17 Oktober lalu. Badan mata-mata Korsel pekan lalu melaporkan bahwa sekitar 1.500 tentara Korut saat ini berada di Russia yang kemungkinan akan diterjunkan ke konflik di Ukraina.

SEOUL - Korea Selatan (Korsel) pada Senin (21/10) memanggil Duta Besar Russia untuk mengecam keputusan Pyongyang mengirim ribuan tentara untuk mendukung perang Moskwa di Ukraina, kata Kementerian Luar Negeri Korsel, yang juga menyerukan penarikan segera mereka.

Sekitar 1.500 prajurit pasukan khusus Korut saat ini dilaporkan berada di Russia untuk beraklimatisasi dan kemungkinan akan segera menuju garis depan, kata badan mata-mata Korsel pada Jumat (18/10), dengan pasukan tambahan akan segera diberangkatkan, yang merupakan penempatan pertama tentara Pyongyang di luar negeri.

Korsel telah lama mengklaim bahwa Korut yang memiliki senjata nuklir, memasok senjata kepada Russia untuk digunakan di Ukraina, dan Seoul menyatakan kekhawatirannya atas pengerahan pasukan, yang dilakukan setelah pemimpin Kim Jong-un dan Presiden Russia, Vladimir Putin, meneken kesepakatan militer pada Juni lalu.

"Seoul menyatakan kekhawatiran mendalam mengenai pengiriman pasukan Korut baru-baru ini ke Russia dan mendesak penarikan segera pasukan Korut," ucap Wakil Menteri Luar Negeri Korsel, Kim Hong-kyun, mengatakan kepada Dubes Russia, Georgiy Zinoviev.

"Tindakan tersebut menimbulkan ancaman keamanan yang signifikan tidak hanya bagi Korsel, tetapi juga bagi komunitas internasional," tegas Wamenlu Kim Hong-kyun.

Sebelumnya badan mata-mata Seoul (NIS) merilis gambar satelit terperinci yang menunjukkan gelombang pertama 1.500 pasukan khusus Korut dari pasukan elit "Storm Corps" telah tiba di Vladivostok dengan kapal militer Russia.

"Antara 8 dan 13 Oktober, Korut mengangkut pasukan khususnya ke Russia melalui kapal angkut Angkatan Laut Russia, yang mengkonfirmasi dimulainya partisipasi militer Korut dalam perang Moskwa di Ukraina," lapor NIS.

"Pasukan khusus yang sekarang ditempatkan di pangkalan Russia di Timur Jauh, diharapkan akan dikerahkan ke garis depan (konflik Ukraina) segera setelah mereka menyelesaikan pelatihan aklimatisasi," imbuh badan intelijen Korsel itu.

NIS juga mengatakan bahwa pada Jumat (18/10) lalu bahwa Korut telah menyediakan lebih dari 13.000 kontainer berisi peluru artileri, misil, roket anti-tank, dan senjata mematikan lainnya kepada Russia sejak Agustus lalu.

Harapkan Imbalan

Baik Korut maupun Russia saat ini tengah dikenai serangkaian sanksi PBB dengan Kim Jong-un diberi sanksi atas program senjatanya, dan Moskwa atas perang di Ukraina.

"Kerja sama militer kedua negara telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," ucap Kim Hong-kyun.

Sementara itu pihak Kedubes Russia menyatakan bahwa Dubes Zinovyev menekankan kerja sama antara Russia dan Korut tidak ditujukan terhadap kepentingan keamanan Korsel.

Sedangkan NATO, yang belum mengkonfirmasi pengerahan pasukan Korut, mengatakan bahwa hal itu akan menandai eskalasi signifikan dalam konflik tersebut, kata kepala pakta pertahanan, Mark Rutte, di media sosial X pada Senin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.