Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Kesehatan Masyarakat - Tingkat Kematian Pasien Pneumonia Rendah

Kewaspadaan Pneumonia Misterius Ditingkatkan

Foto : ANTARA/Andi Firdaus

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan keterangan kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11).

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi mengingatkan kepada semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dalam rangka mengantisipasi pneumonia misterius yang terjadi di Tiongkok. Meski begitu, belum ada pembatasan pelaku perjalan dari luar negeri atau karantina.

"Kita tidak ada travel ban (larangan bepergian). Kita perlu tingkatkan kewaspadaan kepada penumpang yang punya gejala seperti batuk dan demam. Apakah perlu dibuat karantina, tidak ada," ujar Imran, dalam Konferensi Pers secara daring, Rabu (29/11).

Imran menjelaskan, pihak pemerintah Tiongkok sampai saat ini terus mendiagnosis penyebab penyakit pneumonia yang terjadi. Dari sekitar 40-60 persen diagnosa, paling banyak disebabkan bakteri Mycoplasma.

"Penyebabnya undiagnose yang ketemu baru 40 sampai 60 persen. Paling banyak mycoplasma bakteri. Makanya masih disebut undiagnose pneumonia," jelasnya.

Sebagai informasi, pada 22 November 2023, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan telah terjadi peningkatan kasus undefined pneumonia yang menyerang anak-anak di Tiongkok Utara. Belum diketahui secara pasti penyebab penyakit yang menyerang sistem pernafasan ini.

Potensi Pandemi

Imran menanggapi terkait kemungkinan terjadinya pandemi. Menurutnya, Mycoplasma merupakan bakteri yang butuh inkubasi panjang dan secara virulensi berbeda dengan Covid-19 yang disebabkan virus.

Untuk tingkat kematian masih lebih rendah dari Covid-19. "Pada saat-saat yang dulu kami lihat datanya tidak sampai tinggi kematiannya. Morbiditasnya lumayan, tapi mortalitasnya sedikit," tandasnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan, pihaknya bergerak cepat dengan menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia.


Redaktur : Sriyono
Penulis : Muhamad Ma'rup

Komentar

Komentar
()

Top