Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Keren, Gubernur Sebut Patung Liberty di Oma Maluku Jadi Media Promosi Pariwisata

Foto : ANTARA/HO-Pemprov Maluku

Miniatur patung Liberty di Negeri Oma Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

A   A   A   Pengaturan Font

Ambon - Gubernur Maluku Murad Ismail mengemukakan miniatur patung Liberty di Negeri (Desa) Oma Kepulauan Haruku menjadi media promosi pariwisata untuk menarik minat wisatawan ke daerah itu.

"Ini menjadi media positif, efektif untuk menjadi salah satu landmark Negeri Oma," kata diadalam keterangan diterima di Ambon, Minggu (26/11).

Dia mengatakan hal itu saat meresmikan miniatur patung Liberty di Negeri Oma Maluku.

Miniatur patung Liberty di Negeri Oma tersebut, memiliki tinggi kurang lebih tujuh meter dan berada di ujung dermaga di pantai Negeri Oma.

Selain untuk menambah daya tarik dengan nilai estetik, miniatur patung Liberty tersebut dibangun oleh warga setempat sebagai simbol kemajuan Negeri Oma.

Gubernur Murad berpesan kepada warga setempat agar senantiasa merawat dan menjaga miniatur patung tersebut.

"Karena keindahannya mari kita jaga bersama miniatur patung Liberty ini," ucapnya.

Negeri Oma memiliki banyak potensi pariwisata sehingga infrastruktur penunjang, seperti akses jalan dan sarana pendukung di lokasi wisata, mesti menjadi perhatian serius untuk dibangun.

Beberapa tempat pariwisata di Negeri Oma, antara lain air panas Sila, mata air Asol, termasuk miniatur patung Liberty itu.

Saat ini, Pemprov Maluku menggencarkan promosi potensi wisata daerah setempat untuk menggaet wisatawan domestik dan mancanegara.

Pasalnya, menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Negeri Oma menjadi salah satu desa wisata berkembang di Kabupaten Maluku tengah.

Saat ini, Pemerintah Negeri Oma sedang melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia guna mengembangkan potensi pariwisata di daerah itu sebagai destinasi pariwisata unggulan di Maluku.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top