Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Keren, Dirjen Dikti Sebut Daya Saing Talenta Indonesia di Atas India

Foto : ANTARA/Luqman Hakim

Plt Dirjen Dikti Nizam memberikan sambutan dalam acara puncak Dies Natalis ke-65 UPN Veteran Yogyakarta di Auditorium UPN Veteran Yogyakarta, Jumat (15/12/2023).

A   A   A   Pengaturan Font

Yogyakarta - Keren, Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam menyebut daya saing talenta Indonesia saat ini sudah naik level di atas India.

"Dulu kita jauh di bawah India, sekarang kita sudah di atas India," kata Nizam di Auditorium Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Jumat.

Nizam menyebut pencapaian itu mengacu data Global Talent Competitiveness Index periode 2023 yang dirilis INSEAD (Institut Européen d'Administration des Affaires).

Berdasar data dari lembaga itu, kata Nizam, daya saing talenta Indonesia saat ini menempati peringkat 71 dunia, melompat signifikan dibandingkan lima tahun sebelumnya yang masih di urutan 86.

"Meningkat 14 peringkat. Itu tercepat di Asia dan tercepat kedua di dunia," kata dia dalam acara puncak Dies Natalis ke-65 UPN Veteran Yogyakarta itu.

Nizam menilai pencapaian itu salah satunya berkat program-program dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang telah diterapkan selama empat tahun terakhir.

Melalui program itu, para mahasiswa di perguruan tinggi disiapkan memiliki "soft skills" maupun "hard skills" yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sesuai perkembangan zaman.

Mahasiswa dituntut tidak sekadar mempelajari buku teks, tetapi harus menjadi solusi dengan kreativitas dan inovasi yang diasah melalui kegiatan magang atau lainnya.

"Langkah kita sudah berada pada arah yang tepat, ini harus kita jaga bersama-sama," kata dia.

Dunia industri atau pengguna lulusan perguruan tinggi, kata Nizam, menyebut MBKM sebagai cara terbaik untuk menyiapkan talenta unggul sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga tidak seperti membeli kucing dalam karung.

"Sebelum program kampus merdeka para pengguna lulusan hanya datang ke kampus ketika melakukan rekrutmen karyawan baru dengan hanya wawancara dua jam dan belum tahu betul seperti apa kompetensinya, seperti apa disiplin dan etos kerjanya," kata dia.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top