Kepikunan Dapat Diobati dengan BPJS
📅 Minggu, 05 Feb 2023, 18:03 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Istimewa
YOGYAKARTA - Demensia merupakan suatu sindrom gangguan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi fungsi kognitif, emosi, daya ingat, perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Per tahun 2015, di Indonesia terdata 1,2 juta orang mengidap demensia dan jumlah ini diprediksi akan bertambah dua kali lipat pada tahun 2030.
Pikun berbeda dengan lupa karena pikun adalah penurunan fungsi kognitif disertai gangguan aktivitas keseharian, sedangkan lupa merupakan gangguan pemusatan perhatian sementara.
Inilah yang disampaikan Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon dalam acara Ngopi Banter (Ngobrol Pagi Bareng Dokter) di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Slemen, Minggu (5/2).
Menurut siaran persnya, lebih lanjut dokter spesialis saraf RS Bethesda Yogyakarta tersebut memaparkan orang yang pikun biasanya sering lupa nama orang yang sering bertemu dan kemampuan bicaranya terganggu.
"Kalau seringkali kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara disebut lupa," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gejala umum pikun di antaranya sering hilang ingatan, sulit melakukan kegiatan harian, sering bingung, sulit menentukan kata dan angka serta sering berubah suasana hati atau perilakunya.
Menurut pengajar S2 FKKMK UGM dan FK UKDW Yogyakarta risiko pikun dapat dipicu oleh kolesterol tinggi atau merokok. Juga perlu menjaga body mass index agar tetap ideal.
Alumni program doktor Fakultas Kedokteran UGM tersebut mengatakan cara mencegah demensia yaitu melakukan kegiatan yang merangsang fungsi otak, mengembangkan hobi dan kegiatan bermanfaat, aktivitas teratur sesuai kemampuan, melakukan aktivitas sosial kemasyarakatan serta banyak mengkonsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah dan ikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dokter Pinzon memberikan saran agar memberi pengobatan bagi penderita demensia karena pikun bisa diobati dengan obat dari BPJS. "Laporan keluarga juga dapat mendeteksi dini kepikunan, jangan lupa membuat rujukan dari puskesmas setempat," tutup Pinzon.
Lurah Wonokerto Riyanto Sulistyo Budi, SE berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi semua masyarakat terutama pengetahuan tentang kesehatan.
"Selain talkshow tentang kepikunan juga diadakan aksi donor darah bekerjasama dengan PMI Kabupaten Bantul," ujar Riyanto.
Donor darah tersebut menyasar anggota karang taruna dengan harapan dapat menyadarkan diri untuk saling memberi. Talkshow tentang kepikunan ini mengambil tema 'Sudah Pikunkah Aku'.
Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Wonokerto Any Ariyanti berkeinginan agar ilmu yang didapatkan dapat dibagikan pada kader masing-masing wilayah.
Kegiatan Ngopi Banter ini diselenggarakan oleh PKK Kelurahan Wonokerto bekerjasama dengan JogjaKLanese Community.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!