Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebijakan Pemerintah Harus Bisa Perbaiki Taraf Hidup Rakyat

📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kebijakan Pemerintah Harus Bisa Perbaiki Taraf Hidup Rakyat Doc: ISTIMEWA
Ket. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti

JAKARTA - Pemberian bantuan sosial (bansos) seperti pemberian bantuan 10 kilogram beras terkesan sebagai kebijakan populis sebab tidak efektif untuk menurunkan angka kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan selama 10 tahun bansos dikucurkan ratusan triliun rupiah ternyata tingkat kemiskinan hanya turun 2 persen.

"Jadi, bansos tidak efektif mengentaskan kemiskinan. Jika masih ingin memberikan bansos, itu bentuknya tunjangan yang besarnya setara biaya hidup," ujar Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, kepada Koran Jakarta, Jumat (9/8).

Esther mengingatkan bila hanya memberi bansos sebesar 10 kilogram beras dan sejumlah uang yang besarnya di bawah biaya hidup itu tidak bisa mengentaskan kemiskinan. Seharusnya ada kebijakan pemerintah untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat.

Di sektor pertanian, tambah Esther, pemerintah harus mendorong produksi beras meningkat, lalu memperlancar distribusi pangan dan ?menjaga stabilitas harga. Intinya membuat harga pangan affordable. Kemudian, menjaga masyarakat agar punya pekerjaan sehingga punya pendapatan

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, mengatakan bantuan pangan selama ini punya risiko penyaluran tidak tepat sasaran yang cukup besar dibanding bantuan tunai. Misalnya, soal bantuan beras saat pemilu bisa dipolitisasi, penerimanya juga ada yang ganda di berbagai daerah.

Ada juga kasus bantuan berbentuk beras distribusinya kurang baik akhirnya rusak di perjalanan dan berasnya dibuang.

Harus Tepat Sasaran

Sedangkan ekonom STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan langkah yang diambil oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam memperkuat validasi data keluarga penerima manfaat (KPM) untuk program bantuan pangan beras sangat krusial mengingat pentingnya memastikan bantuan sosial seperti ini benar-benar mencapai sasaran, yaitu masyarakat yang paling membutuhkan.

"Dalam konteks ekonomi yang penuh tantangan seperti saat ini, ketepatan sasaran distribusi bantuan tidak hanya penting untuk memastikan efektivitas program, tetapi juga untuk menghindari terjadinya ketimpangan dan inefisiensi penggunaan anggaran," katanya.

Bantuan yang tidak tepat sasaran, menurut Aditya, dapat memperburuk situasi ekonomi bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, sekaligus membebani anggaran negara tanpa memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.

Upaya Bapanas untuk terus memantau dan memperbaiki program ini sebaiknya benar-benar bisa terwujud dan tidak hanya jadi pidato manis semata. Untuk itu, validasi data yang lebih kuat akan membantu mengurangi potensi penyimpangan, memastikan bahwa bantuan ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang rentan.

Esther, Bhima, dan Aditya ini menanggapi apa yang disampaikan Deputi Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa. Ketut mengatakan Bapanas memperkuat validasi data KPM bantuan pangan berupa 10 kilogram beras, untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bansos Berdampak Sementara

Deputi bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas), Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan selain bansos, masyarakat juga membutuhkan lapangan kerja yang berkualitas agar dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja sehingga menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.