Junta Perkuat Pertahanan di Naypyidaw
Perkuat Pertahanan l Sejumlah polisi berjaga di sebuah posko pemeriksaan di Naypyidaw, Myanmar, beberapa waktu lalu. Untuk mencegah pasukan pemberontak menyusup ke ibu kota yang dikuasai militer, junta telah memperkuat pertahanan di Naypyidaw.
Ketika para pemberontak menguasai beberapa kota di Negara Bagian Shan utara dan tentara Myanmar dipaksa untuk mundur, para pegawai negeri sipil di ibukota junta mengatakan bahwa otoritas rezim telah menginstruksikan pasukan untuk memprioritaskan perlindungan terhadap perwira tinggi dan pejabat junta jika terjadi serangan.
"Setelah pertempuran pendudukan kota, orang-orang yang tinggal di Naypyidaw merasa khawatir dan takut bentrokan akan merembet ke ibu kota," kata seorang pegawai negeri kepadaMyanmar Now.
Maung Maung Swe dari NUG mengatakan bahwa junta kemungkinan akan melakukan apa saja untuk melindungi ibu kotanya. "Strategi mereka adalah membentengi Naypyidaw dilaksanakan dengan cara apa pun, bahkan jika itu berarti mengorbankan nyawa tentara dan rakyat. Mereka akan mempertahankan Naypyidaw sampai akhir," ungkap Maung Swe.
Naypyidaw berbatasan dengan Negara Bagian Shan di sebelah timur, wilayah Magway di sebelah barat, Mandalay di sebelah utara, serta wilayah Bago dan Negara Bagian Karen di sebelah selatan. Ada beberapa pasukan perlawanan yang aktif di daerah-daerah ini, termasuk Pasukan Pertahanan Nasional Karenni, Persatuan Nasional Karen/Tentara Pembebasan Nasional Karen, dan berbagai cabang Pasukan Pertahanan Rakyat.
Redaktur : Ilham Sudrajat
Komentar
()Muat lainnya