Jakarta Masih Jadi 'Magnet' Para Pemilik Modal
📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 05:23 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Ganet
Berbagai gerakan dilakukan Pemprov Jakarta menjelang "putus" jadi Ibu Kota Negara yang tinggal menghitung hari. Hal itu dilakukan terutama untuk tetap membuat tertarik para pemilik duit agar mau berinvestasi di Jakarta.
DKI terus mendorong investasi langsung sebagai upaya menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satunya dengan memberikan kemudahan perizinan berusaha. Kebijakan ini membuat investor tertarik mencari peluang bisnis di Jakarta. Bukan semata-mata kemudahan perizinan, Jakarta juga memiliki fasilitas lebih lengkap dibanding provinsi lain.
Dari segi luas memang "hanya" 661,5 kilometer persegi. Ini menjadikannya sebagai provinsi dengan luas terkecil, namun dari sisi infrastruktur justru paling lengkap. Tak hanya itu dari sisi tenaga kerja, Jakarta juga tidak bakal kekurangan.
Sebagai kota dengan penduduk paling padat menjadikan Jakarta memiliki sumber daya manusia lengkap dengan ragam pendidikan dan keahlian.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), secara kumulatif realisasi investasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri (PMA dan PMDN) di DKI sampai 2022 mencapai 3,7 miliar dollar AS atau setara 53,8 triliun. Jumlah ini setara 8,2 persen dari total realisasi nasional.
Dengan demikian Jakarta masih menempati posisi teratas provinsi tujuan investasi. Meski bukan industri berat, investasi Jakarta lebih kepada sektor konstruksi, pariwisata, teknologi informasi (TI), dan perdagangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sektor usaha terbesar yang merealisasikan investasi PMDN sepanjang tahun 2022 adalah konstruksi dengan nilai 18,8 triliun atau 21,1 persen. Sementara itu, realisasi investasi PMA didominasi sektor usaha transportasi, gudang dan telekomunikasi yang mencapai 20 triliun atau 37,2 persen.
Secara kumulatif, tiga sektor yang memiliki kontribusi realisasi investasi PMDN dan PMA terbesar pada 2022 adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar 38,1 triliun atau sekitar 26,7 persen. Jasa lainnya 24,6 triliun (17,2 persen). Lalu, perumahan, kawasan Industri, dan perkantoran 20,6 triliun (14,4 persen).
Ketiga sektor ini memiliki kontribusi 58,3 persen dari total realisasi penanaman modal Jakarta periode Januari hingga Desember tahun 2022.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Jakarta Benni Aguscandra mengatakan tingginya realisasi investasi tidak terlepas dari inovasi pelayanan penanaman modal dan perizinan atau nonperizinan.
Tak hanya itu, Dinas PM-PTSP juga mengeluarkan kebijakan ramah investasi. Ini mencakup tak ada komplain (zero complaint), tak ada penundaan (zero delay), serta memberikan layanan terbaik (excellence) 100 persen.
Fakta ini menunjukkan Pemerintah Provinsi Jakarta dianggap berhasil menerjemahkan UU Cipta Kerja untuk transformasi ekonomi ke arah lebih baik melalui investasi.
Bidang Konstruksi
Mengacu kepada data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) DKI Jakarta sektor konstruksi masih menjadi investasi yang menarik. Hal ini karena banyaknya pembangunan infrastruktur Ibu Kota. Hampir setiap sudut sedang ada pembangunan baik gedung bertingkat, jalan, maupun prasarana transportasi.
Apalagi terkait dengan rencana Jakarta sebagai pusat ekonomi dan bisnis setelah tidak lagi menyandang status ibu kota, maka Jakarta tentunya masih membutuhkan infrastruktur sebagai pendukung untuk mewujudkan rencana itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!