Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Intensifikasi Pertanian Berkelanjutan Mendesak Diwujudkan

📅 Kamis, 19 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Intensifikasi Pertanian Berkelanjutan Mendesak Diwujudkan Doc: ANTARA/MUHAMMAD ARIF HIDAYA
Ket. Pertanian di kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau, baru-baru ini.

JAKARTA - Kebijakan intensifikasi pertanian yang fokus pada prinsip keberlanjutan semakin mendesak untuk diadopsi dan dilakukan di tengah banyaknya tantangan dalam penyediaan dan peningkatan kebutuhan pangan.

"Kebijakan intensifikasi yang fokus pada prinsip keberlanjutan perlu segera diadopsi secara menyeluruh untuk mendukung daya dukung sektor ini pada kebutuhan pangan," kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Mukhammad Faisol Amir, di Jakarta, Rabu (18/1).

Seperti dikutip dari Antara, Faisol melanjutkan salah satu penyebab urgensi kebijakan intensifikasi pertanian adalah krisis iklim global yang mengganggu produktivitas pertanian. Krisis iklim yang salah satunya berdampak pada ketidakpastian cuaca, membawa tantangan dan ancaman bagi produktivitas pertanian di Indonesia dan dunia.

"Implementasi kebijakan intensifikasi pertanian sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini karena kebijakan ini memanfaatkan lahan yang sudah ada melalui penggunaan bibit unggul, perbaikan kualtas dan nutrisi tanah, penggunaan pupuk yang sesuai dan juga adopsi teknologi pertanian," ujar Faisol.

Peningkatan kesadaran petani atas urgensi adaptasi pola pertanian yang sesuai dengan perubahan iklim juga perlu dilakukan. Misalnya, Faisol memberi contoh, melalui penyuluhan dan transfer pengetahuan dalam kerja sama investasi pertanian.

Merugikan Masyarakat

Ia juga menegaskan perluasan area tanam tidak menjamin peningkatan produktivitas pangan. Sebaliknya hal tersebut justru berbahaya untuk lingkungan dan merugikan masyarakat.

Menurut Faisol, pembukaan lahan seringkali menyasar lahan hutan, padang rumput, dan lahan gambut, justru memperparah permasalahan krisis iklim dunia.

Pembukaan lahan tersebut justru mengancam kelangsungan aspek sosial dan ekonomi masyarakat serta mengganggu keanekaragaman hayati yang juga penting bagi keberlanjutan hidup manusia. Belum lagi, kata dia, program food estate yang menggunakan kebijakan ekstensifikasi pertanian lewat pembukaan lahan.

"Kebijakan ekstensifikasi dan intensifikasi sama-sama punya tujuan untuk meningkatkan produksi. Tetapi mempertimbangkan berbagai tantangan sektor pertanian, pembukaan lahan secara paksa dan besar-besaran malah berbahaya untuk sektor pertanian dalam jangka panjang," tegasnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.