logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.


KORAN-JAKARTA.COM > INFOGRAFIS
Ads

08 Oct 2024, 10:00 WIB

Waspadai Deflasi Beruntun dan Potensi Resesi 2024

Pemerintah diharapkan tidak lepas tangan terkait deflasi yang berlangsung selama lima bulan berturut-turut, karena ini mencerminkan melemahnya permintaan dan daya beli masyarakat. Bhima Yudisthira, Direktur Eksekutif Celios, menyebut fenomena ini anomali bagi negara dengan bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif besar namun permintaan tetap rendah. Deflasi ini bukan bukti keberhasilan pengendalian inflasi dari sisi pasokan, melainkan tanda kelas menengah kesulitan mencari pekerjaan dan menahan belanja akibat kekhawatiran ekonomi. Jika berlanjut, deflasi dapat memicu resesi dan memaksa pelaku usaha untuk merevisi rencana bisnis mereka.
Waspadai Deflasi Beruntun dan Potensi Resesi 2024

Ket. Waspadai Deflasi Beruntun dan Potensi Resesi 2024