Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Penguatan Daya Saing

Industri Drone Lokal Terus Diperkuat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pengembangan dan transformasi industri drone dalam negeri agar lebih inovatif sehingga kompetitif. Terlebih lagi, potensi pasar drone di RI pada 2028 diperkirakan mencapai 93 juta dollar AS atau setara 1,5 triliun rupiah (kurs saat ini 15.888,75 rupiah per dollar AS), sementara total pasar drone global sebesar 48,6 milliar dollar AS.

"Hal tersebut sebagai upaya Kemenperin dalam mendukung transformasi digital di Indonesia," ungkap Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin, Taufiek Bawazier di Jakarta, Rabu (25/10).

Dia menjelaskan industri drone merupakan bagian dari kelompok industri alat angkutan yang tumbuh signifikan di atas pertumbuhan ekonomi nasional sejak kuartal II-2021.

Pada kuartal II-2023, pertumbuhan industri alat angkutan mencapai 9,66 persen. Pertumbuhan positif ini disebabkan oleh pengaruh berbagai kebijakan pemerintah yang strategis dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta mengimplementasikan program Making Indonesia 4.0.

Dirjen ILMATE juga mengemukakan industri drone di Indonesia mampu mengembangkan dan memproduksi teknologi tanpa awak yang dapat dimanfaatkan di beragam sektor seperti perkebunan, militer, dan pengawasan.

Lebih lanjut, menurut Taufiek, industri drone perlu bertransformasi dan terus mengikuti perkembangan teknologi terbaru. "Hal ini menjadi dasar kerja sama kami dengan ASTTA (Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak) pada partisipasi di kegiatan ITAP 2023 ini," imbuhnya.

Fasilitasi Pameran

Adapun Kemenperin memfasilitasi ASTTA ikut serta dalam pameran bergengsi skala internasional, yaitu Industrial Transformation Asia-Pacific (ITAP) 2023 pada 18-20 Oktober lalu di Singapura.

Ajang ini merupakan platform terdepan di Asia Pasifik bagi seluruh stakeholder yang ingin memulai, meningkatkan, dan mempertahankan penerapan proses dan solusi industri 4.0, dengan fokus pada tiga dimensi utama, yaitu Keberlanjutan, Optimalisasi Efisiensi Manufaktur, dan Ketahanan Rantan Pasokan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ilmate Kemenperin, Yan Sibarang Tandiele menyampaikan pemerintah telah menjalankan berbagai program dan kegiatan dalam pengembangan industri drone di tanah air. Upaya tersebut termasuk juga mempromosikan kemampuan industri drone dalam negeri kancah internasional.


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini

Komentar

Komentar
()

Top