Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Pelestarian Lingkungan

IEA: Investasi PLTS Melampaui Semua Bentuk Energi Terbarukan Lain

Foto : IAN LANGSDON/AFP

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol

A   A   A   Pengaturan Font

PARIS - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA), pada Kamis (6/6), memperkirakan dalam laporannya lebih banyak dana yang dikucurkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dibandingkan gabungan semua sumber listrik lainnya. Jumlahnya dengan investasi yang direncanakan mencapai setengah triliun dollar AS tahun ini.

Laporan Investasi Energi Dunia (World Energy Investment), IEA memperkirakan investasi global pada energi ramah lingkungan tahun ini akan mencapai dua triliun dollar AS, dua kali lipat jumlah investasi pada bahan bakar fosil.

Dikutip dari Channel News Asia, investasi gabungan pada energi terbarukan dan jaringan listrik melampaui jumlah yang dibelanjakan untuk bahan bakar fosil untuk pertama kalinya pada tahun 2023.

"Investasi energi ramah lingkungan mencetak rekor baru bahkan di tengah kondisi perekonomian yang penuh tantangan. Hal ini menyoroti momentum di balik ekonomi energi global yang baru," kata Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, dalam pernyataan yang menyertai laporan tahunan itu.

Perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia meningkatkan pengeluaran untuk produksi energi ramah lingkungan guna mengurangi emisi karbon dari pembakaran bahan bakar fosil yang menyebabkan perubahan iklim yang mematikan.

Penurunan Biaya

Laporan tersebut mengatakan perbaikan rantai pasokan dan penurunan biaya mendorong investasi dalam bentuk energi bersih, yang mencakup panel surya, turbin angin, mobil listrik dan pompa panas, serta pembangkit listrik tenaga nuklir.

Investasi gabungan dalam energi terbarukan dan nuklir untuk pembangkit listrik kini diperkirakan mencapai 10 kali lipat jumlah investasi energi berbahan bakar fosil, terutama tenaga surya, dan Tiongkok merupakan investasi terbesar.

"Lebih banyak uang yang disalurkan ke panel surya (panel fotovoltaik) dibandingkan gabungan semua teknologi pembangkit listrik lainnya," kata laporan itu.

Biaya panel surya telah menurun sebesar 30 persen selama dua tahun terakhir dan pada tahun 2024 investasi pada panel surya akan tumbuh hingga 500 miliar dollar AS karena turunnya harga modul yang mendorong investasi baru.

Sebagai perbandingan, investasi hulu migas global diperkirakan meningkat tujuh persen pada tahun 2024 hingga mencapai 570 miliar dollar AS, menyusul peningkatan serupa pada tahun 2023. Namun, IEA memperingatkan adanya ketidakseimbangan dan kekurangan besar dalam arus investasi energi di banyak belahan dunia.

Tidak termasuk raksasa energi terbarukan Tiongkok, dana sebesar 300 miliar dollar AS yang diinvestasikan oleh negara-negara berkembang masih jauh di bawah kebutuhan untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat di banyak negara tersebut.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top