Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Tes PCR Masih Tinggi, Berikut Daftar Negara yang Gratiskan hingga Paling Mahal

📅 Rabu, 18 Agu 2021, 15:05 WIB | Oleh:
Harga Tes PCR Masih Tinggi,  Berikut Daftar Negara yang Gratiskan hingga Paling Mahal Doc: Istimewa

Data terbaru menunjukkan bahwa harga tes Covid-19 RI ternyata lebih tinggi dibanding sejumlah negara di dunia. Bahkan, melebihi harga yang dipatok sejumlah negara Asia Tenggara, tetangga terdekat RI.

Presiden Joko Widodo memberi arahan untuk memangkas harga tes PCR menjadi Rp450.000-Rp550.000.

"Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah menurunkan harga tes PCR. Saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran Rp450.000-Rp550.000," katanya dalam keterangan persnya, Minggu (15/8/2021).

Memang tes PCR Covid-19 kini jadi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna mendeteksi ada atau tidaknya virus Covid-19 di tubuh seseorang.

Berikut daftar harga tes PCR di beberapa negara lain dari berbagai sumber:

  1. New Zealand

Pemerintahan New Zealand, menggratiskan warganya untuk melakukan tes PCR Covid-19. Tes PCR yang gratis juga berlaku bukan hanya untuk warga negaranya, tapi juga berlaku untuk mereka dengan status imigrasi, kebangsaan, atau tingkat pertanggungan asuransi kesehatan masing-masing orang.

Bahkan pemerintah New Zealand mengingatkan kepada masyarakatnya untuk melaporkan jika diminta biaya saat melakukan tes Covid-19.

  1. Australia

Australia juga membuat penggratisan untuk masyarakatnya yang ingini melakukan tes PCR atau Covid-19. Masyarakat hanya membayar untuk jasa dokter umum, jika mereka tidak menawarkan tagihan massal, tapi tesnya sendiri tidak dipungut biaya atau gratis.

  1. India

India memiliki harga tes Covid-19 lebih murah dari Indonesia. Dikutip dari laman India Today, Minggu (15/8/2021), pemerintah kota Delhi menetapkan harga PCR sebesar 500 rupee atau setara dengan Rp 96.000.

Harga ini turun dari yang sebelumnya pada kisaran 800 rupee atau setara Rp 150.000. Adapun untuk test swab antigen, pemerintah India menetapkan harga tes sebesar 300 rupee atau setara dengan Rp 58.000.

  1. Malaysia

Malaysia juga tergolong lebih murah dari Indonesia. Dikutip dari The Star, dari aturan Emergency Ordinance 20201 per 17 Mei, diatur berapa harga tes Covid-19 untuk laboratorium swasta.

Tes PCR di wilayah Semenanjung Malaysia dihargai RM 150 atau setara dengan Rp 509.000. Sementara antigen dihargai RM 60 sekitar Rp 200.000.

Sedangkan di Sabah dan Serawak, harga tertinggi untuk PCR adalah RM 200 atau sekitar Rp 679.000. Untuk antigen adalah RM 80 atau sekitar Rp 271.000.

  1. Filipina

Dikutip dari The Philippine News Agency,Filipina memberlakukan pembayaran untuk tes PCR dengan membayar PDP 1.500 atau sekitar Rp 427.000 saja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Alwi Farhan Memperpanjang N...
Megapolitan
Perubahan APBD DKI 2026 Dis...
Ekonomi
Rupiah Hari ini Tertekan, E...
Advertisement
Alwi Farhan Memperpanjang Napas, Tundukkan Li Shi Feng, Posisi 1-2

Alwi Farhan Memperpanjang Napas, Tundukkan Li Shi Feng, Posisi 1-2

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.