Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat Ini yang Dilakukan BPBD Hadapi Longsor di Jombang

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat Ini yang Dilakukan BPBD Hadapi Longsor di Jombang Doc: ANTARA/HO-BPBD Jatim
Ket. Petugas BPBD Jatim melakukan evakuasi dan pencarian korban longsor di Jombang.

Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur merespons cepat dampak tanah longsor di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Kamis, sekitar pukul 05.20 WIB dengan menurunkan sejumlah petugas untuk membantu evakuasi korban.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, Kamis, mengatakan musibah itu mengakibatkan satu orang meninggal, dua orang luka berat, dan satu orang masih dalam pencarian petugas di lapangan.

"BPBD Jatim mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) yang turut membantu proses evakuasi dan pencarian korban," ucapnya.

Berdasar identifikasi tim gabungan, keempat korban tanah longsor ini satu keluarga yang tinggal di salah satu rumah yang tertimbun longsor.

Salah satu korban, Ducha Ismail, kepala keluarga, saat ini masih dalam proses pencarian, Duwi Ayu Wandira Ismail, anak perempuannya meninggal dunia ditemukan di sela reruntuhan, sekitar pukul 11.30 WIB.

Selain itu, Widyawati, istri Ismail dan M Makruf Ismail, anak pertama mereka, ditemukan dalam kondisi luka berat dan dirawat di RS Kristen Mojowarno lalu dirujuk di RSUD Jombang.

"Hingga sore hari, Tim BPBD Jatim bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Jombang dan sejumlah relawan masih terus melakukan pencarian dengan menghadirkan satu alat berat," ujarnya.

Selain meninggal dan luka berat, kata dia, tanah longsor ini juga berdampak pada empat rumah rusak berat akibat tertimbun tanah dan dua rumah lainnya rusak ringan.

"Saat ini juga ada tiga unit rumah yang berpotensi terjadi longsor susulan," kata dia.

Untuk mengetahui potensi longsor susulan, saat ini BPBD Jatim menerjunkan tim asesmen yang akan melakukan survei udara dan survei gerakan tanah melalui alat ukur mikro tremor.

"Prioritas utama adalah pencarian korban. Namun, kami juga melakukan antisipasi dengan melakukan survei mikro tremor. Saat ini posko pencarian dan evakuasi korban telah didirikan di balai desa setempat," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.