Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Ketum PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan

Fokus Regenerasi dan Pembinaan Atlet Junior

Fokus Regenerasi dan Pembinaan Atlet Junior
Foto : istimewa

Luhut Binsar Panjaitan

A   A   A   Pengaturan Font

Melanjutkan tongkat estafet dari almarhum Bob Hasan, selaku Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan sadar akan tantangan berat ke depan. Untuk itu, PB PASI sebagai cabang strategis bakal memfokuskan regenerasi atlet dan pembinaan atlet junior.

Atletik sebagai induk dari seluruh cabang olahraga (cabor), perlu mendapatkan perhatian penting dalam pembinaannya. Cabor ini dianggap strategis karena menyediakan lebih banyak medali emas pada ajang multievent. Karena itu, peningkatan prestasi perlu dilakukan. Tantangan itulah yang harus dihadapi Ketua Umum PB PASI yang baru Luhut Binsar Pandjaitan.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia itu melanjutkan tongkat estafet dari almarhum Bob Hasan.

Bagaimana pandangan Luhut dan hal apa saja yang akan dilakukannya dalam waktu dekat, berikut rangkuman wawancara wartawan Koran Jakarta, Beny Mudesta, dalam berbagai kesempatan dengan pensiunan Jenderal TNI AD yang pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Karate-do Indonesia (PB Forki) itu. Berikut petikan wawancaranya.

Bapak sudah pernah menjadi Ketua PB Forki dan kini PB PASI, lantas hal apa yang membuat Anda tertarik menjadi pembina cabang olahraga, terutama saat ini atletik?

Saya mengibaratkan kompetisi di cabang olahraga tak ubahnya seperti di dunia militer, karena kita mempunyai spirit yang sama yaitu menang. Maka dari itulah, latihan yang konsisten dan persisten adalah kunci utamanya. Hal ini saya sampaikan di hadapan seluruh calon punggawa medali yang akan membawa nama harum bangsa di pentas dunia, para atlet yang tergabung dalam Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) di Stadion Madya GBK, pelatnas mereka.

Sebagai pejabat publik, dalam hal ini Menko Kemaritiman dan Investasi, bagaimana bentuk keseriusan Anda dalam meningkatkan prestasi atletik Indonesia?

Sebelum hadir di Stadion Madya GBK, pelatnas para atlet, saya menghadap Presiden Joko Widodo dan di ujung pertemuan saya meminta restu untuk menjadi Ketua Umum PB PASI. Beliau hanya memberikan jempolnya kepada saya sembari menitipkan prestasi yang baik bagi indonesia. Tugas yang cukup menantang memang, tetapi saya tertarik untuk melakukannya. Karena itulah, setelah resmi terpilih sebagai Ketua Umum PB PASI, untuk pertama kalinya saya merasa perlu untuk hadir memberikan dukungan nyata kepada mereka yang mewarnai kejuaraan dengan medali-medali yang membanggakan dari 48 cabang olahraga yang diperebutkan.

Saya sampaikan kepada mereka untuk fokus melakukan latihan secara bertahap. Jangan bermimpi terlalu jauh karena semua hal besar datang dari hal-hal kecil yang dibiasakan dengan rutin. Saya berpesan kepada para atlet bahwa mereka bukan hanya jadi role model untuk olahraga, tapi juga harus menjadi kebanggan bagi seluruh bangsa Indonesia dan menjadi pemersatu bangsa karena prestasi yang dicapai. Saya ingin bukan hanya pengurus di PB PASI saja yang terkenal, melainkan para atletlah yang harus punya nama besar dan bersinar tersebut. Karena itulah teamwork itu penting. Tanpa pelatih atau atlet yang terbaik, kita tidak akan menjadi sesuatu.

Bob Hasan adalah tokoh yang mendedikasikan hidup hingga akhir hayatnya untuk atletik Indonesia, bagaimana Anda menilai sosok beliau?

Secara khusus, saya juga sampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi almarhum Bob Hasan yang pengabdiannya mampu mencetak atlet-atlet terbaik yang membawa nama harum bangsa tercinta ini. Mari kita mulai era baru atletik Indonesia dengan harapan akan capaian prestasi yang membanggakan.

Bapak tentu bukan orang baru di dunia olahraga, apakah pengalaman sebagai Ketum PB Forki akan berguna untuk atletik?

Saya pernah dua kali (periode) jadi ketua PB Forki, saya kira itu cukup untuk menjadi pengalaman dalam membina atletik agar lebih maju di masa mendatang.

Hal yang klasik dalam pembinaan olahraga di Indonesia adalah terkait pendanaan, bagaimana tanggapan Anda tentang hal ini?

Saya rela jika harus mengeluarkan dana dari kantong pribadi. Memang di Forki enggak nombokin? Pendanaan kami lihat sambil jalan. Tentu ada langkah-langkah yang akan kita lakukan untuk itu. Sponsor tentu dibutuhkan.

Bapak terpilih secara aklamasi, 34 pengurus provinsi semua setuju, yang berarti tidak ada yang meragukan, bagaimana gambaran program yang nanti akan dibuat?

Saya berjanji untuk meneruskan hal baik yang selama ini sudah dijalankan Pak Bob Hasan untuk atletik Indonesia. Misalnya, soal regenerasi dan pembinaan atlet junior yang sudah dipersiapkan sejak dini. Pak Bob meninggalkan warisan, jadi saya harus bisa lebih bagus. Saya janjikan bisa berbuat yang terbaik.

Tugas cukup menantang memang, tetapi saya tertarik untuk melakukannya. Maka dari itulah, latihan yang konsisten dan persisten adalah kunci utamanya bagi seluruh atlet calon penggawa medali yang akan membawa nama harum bangsa di pentas dunia.

Saya ingin bukan hanya pengurus di PB PASI saja yang terkenal, melainkan para atletlah yang harus punya nama besar dan bersinar tersebut. Mari kita mulai era baru atletik Indonesia dengan harapan akan capaian prestasi yang membanggakan.

Dalam waktu dekat, langkah apa saja yang akan Anda lakukan?

Penyiapan tim atletik kita dalam beberapa kelas, dari 48 nomor akan fokus pada pencapaian prestasi. Hal yang paling penting dalam kepengurusan ini, kita ingin rampung dalam beberapa pekan ke depan paling lama. Setelah itu, saya pikir kita akan membuat agenda, time table kita dalam beberapa bidang. Agenda yang paling mendesak yang perlu kita perbaiki adalah sekolah olahraga, supaya membetuk atlet itu ke depan. Selain itu juga akan meningkatkan kemampuan atlet dan pelatih, serta program kerja lain.

Untuk target yang ingin dicapai apa saja?

Saya belum mematok target secara jelas, tapi mempersiapkan yang terbaik. Kalau soal target, masih terlalu dini karena saya belum lihat semua atletnya. Tetapi yang penting, saya konsolidasi dalam beberapa bulan ini karena Covid-19 menjadi handicap (rintangan) ya untuk berkonsolidasi.

Iya, kita memang banyak kendala, tapi bukan hanya Indonesia saja yang punya masalah menjelang Olimpiade. Toh, banyak negara lain juga yang mengalaminya. Tinggal dibicarakan lagi untuk persiapan ke depannya seperti apa.

Hingga saat ini, atletik baru mendapatkan satu tiket Olimpiade Tokyo melalui Lalu Muhammad Zohri, bagaimana tanggapan Anda tentang itu?

Untuk Lalu Muhammad Zohri, keadaannya kini sedang cedera, tetapi saya sudah bahas dengan Tigor (Tanjung) sebagai Sekretaris Umum PB PASI. Nanti akan kami bahas apa yang bisa diatasi, Olimpiade Tokyo masih enam bulan lagi, dan kami tuntaskan hal apa yang masih kurang.

Apa harapan Anda selaku Ketua Umum PB PASI yang baru?

PASI harus tetap dikelola dengan baik agar menjadi organisasi olahraga yang membantu pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidangnya. PASI harus berupaya memenuhi harapan masyarakat agar atlet-atlet atletik Indonesia mampu menempati posisi terhormat di tingkat regional dan internasional. Rencana pembinaan atletik akan dituangkan ke dalam sebuah rencana kerja jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Saya menyadari, dampak pandemi Covid-19 membuat kompetisi-kompetisi di tingkat nasional, regional, maupun internasional mengalami penundaan bahkan pembatalan. Akibatnya, ada beban psikologis yang dialami para atlet karena dianggap berlatih tanpa target yang jelas.

Saya akan melakukan pendekatan agar mental mereka tidak terganggu dan semangat berlatih tetap tinggi. Saya juga berharap para pelatih menjadi kreatif dalam masa kekosongan kompetisi ini. Dalam bidang pembinaan prestasi, pendataan kualifikasi pelatih dan atlet, perlu dilakukan dengan tujuan struktur pemusatan latihan nasional dan daerah menjadi lebih baik dan terarah. Dukungan ilmu atau disiplin-disiplin dari luar lapangan,akan semakin diperkuat dengan melibatkan tenaga-tenaga yang kompeten.

Atlet-atlet atletik Indonesia harus bisa meningkatkan skor dan overall rankingnya di World Athletics. Atlet kini lebih cepat dan lebih kuat dari sebelumnya.

Untuk susunan pengurus, apa saja yang menjadi pertimbangan dan siapa saja yang Anda tunjuk?

Tantangan ke depan yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih dan menunjuk orang-orang yang berkompeten. Saya meminta semua anggota pengurus dapat bekerja keras mempersiapkan atlet Indonesia menghadapi kompetisi di tengah pandemi.

Hal yang perlu diingat adalah tantangan yang akan dihadapi, selain program jangka pendek yaitu Olimpiade dan SEA Games 2021, Asian Games 2022 juga menjadi target prestasi PB PASI. Untuk menghadapi Olimpiade 2024 di Paris, PB PASI harus menyiapkan atlet-atlet muda dari sekarang agar dapat lolos dalam kualifikasi.

Saya akan segera mengadakan rapat pengurus yang pertama dan dilanjutkan dengan tatap muka secara virtual dengan ketua pengurus provinsi PASI se-Indonesia.

Saya telah memilih beberapa wajah baru berusia muda menjadi pengurus besar, di antaranya adalah Rachmat Kaimuddin yang lebih dikenal sebagai CEO Bukalapak. Keberadaannya sebagai Ketua Bidang Umum diharapkan banyak berkontribusi dalam membuat atletik menjadi sebuah industri dengan konsep saling menguntungkan dengan pihak mitra.

Direktur Bisnis UMKM Bank Negara Indonesia, Muhammad Iqbal, duduk di Komisi Pemasaran. Komisaris Independen BNI, Septian Hario Seto, bakal berperan membina hubungan government to government dalam olahraga atletik, termasuk kegiatan intelijen olahraga yang menganalisis kekuatan negara saingan. Bidang hubungan luar negeri dipegang oleh Jona Widagdo Putri.

Di posisi bendahara diisi oleh pengusaha batu bara dan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Sjahrir, dengan didampingi Agustinus Irawan. Jabatan sekretaris umum untuk empat tahun ke depan kembali dipercayakan kepada Tigor Tanjung didampingi Jodi Mahardi, Staf Khusus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi.

Ketua Bidang Pembinaan diisi oleh Ria Lumintuarso, orang yang sudah lama berkecimpung dalam peningkatan sumber daya manusia atletik lainnya, namun juga memahami seluk-beluk metode kepelatihan. Bidang Penelitian dan Pengembangan diketuai oleh Edi Mintarto dari Pengprov PASI Jawa Timur dibantu wakilnya, Boyke Baja Imanuel Sirait.

Beberapa mantan atlet yang juga masuk dalam jajaran kepengurusan PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan, di antaranya Suryo Agung Wibowo, Dedeh Erawati, dan Parluatan Sirega. Mereka, saya anggap layak untuk membantu saya dalam membina atletik Indonesia.

Riwayat Hidup*

Nama : Jendral TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, MPA

Tempat, tanggal lahir : Toba Samosir, Sumatra Utara,

28 September 1947

Istri : Devi Boru Simatupang

Anak : Paulina Panjaitan, David Panjaitan, Paulus Panjaitan, Karri Panjaitan

Pendidikan:

  • Akademi Militer (1970)
  • Masters in Public Administration di George Washington University, AS

Karier:

  • Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri TNI-AD (1996-1997)
  • Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (1997-1999)
  • Duta Besar RI Untuk Singapura (1999-2000)
  • Menteri Perindustrian dan Perdagangan (2000-2001)
  • Wakil Ketua DPP Partai Golongan Karya (2008-2014)
  • Kepala Staf Kepresidenan RI (2014-2015)
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (2015-2016)
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016-2019)
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (2019-sekarang)

Penghargaan:

  • Ernst & Young Entrepreneur of the Year, untuk kontribusi pada Pengembangan Sosial (2011)
  • Adhi Makayasa lulusan terbaik Akabri Bagian Darat (1970)
  • Tanda Jasa Militer: Kesetiaan 8 Tahun, Kesetiaan 16 Tahun, Bintang Kartika Eka Paksi Prestasi dan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Pembina Olah Raga terbaik nasional (2006)
  • Bintang Mahaputera (2020)

*BERBAGAI SUMBER/LITBANG KORAN JAKARTA/AND

(ion/S-2)
Redaktur : Sriyono

Komentar

Komentar
()

Top