Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

FAO Dukung Pengelolaan Sagu Berkelanjutan di Kampung Yoboi Papua

📅 Rabu, 07 Feb 2024, 15:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
FAO Dukung Pengelolaan Sagu Berkelanjutan di Kampung Yoboi Papua Doc: ANTARA/Yudhi Efendi
Ket. Representative, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO-UN) for Indonesia and Timor Leste Rajendra Aryal saat memberikan sambutan pada lokakarya Peningkatan kapasitas petani kecil mengenai peningkatan pengolahan dan rantai nilai sagu di Jayapura, Papua, Rabu (7/2).

SENTANI - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Food and Agriculture Organization (FAO) mendukung pengelolaan sagu berkelanjutan bagi orang asli Papua (OAP) di Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

RepresentativeFood and Agriculture Organization of the United Nations (FAO-UN) for Indonesia and Timor Leste Rajendra Aryal di Sentani, Rabu, mengatakan pihaknya sudah melihat secara langsung pengelolaan sagu di Kampung Yoboi yang masih sangat tradisional.

"Kami (FAO) merupakan agen teknis yang melakukan kerja sama dengan pemangku kepentingan di seluruh Indonesia dalam berbagai isu seperti pangan, lingkungan dan lain sebagainya," katanya.

Menurut Rejendra, FAO bekerja untuk membangun dan meneruskan pengetahuan-pengetahuan lokal yang dimiliki daerah-daerah di Indonesia.

"Proyek atau pekerjaan ini merupakan milik bapak dan ibu di kampung, FAO membangun dari pengalaman, pengetahuan yang diberikan masyarakat kampung," ujarnya.

Dia menjelaskan proyek pengembangan pengelolaan sagu yang akan dikerjakan di Kampung Yoboi telah lebih dulu dikerjakan di Sulawesi pada 2016 dan 2019.


"FAO akan memberikan bantuan teknis untuk mendukung Kampung Yoboi menjadi agen perubahan sagu dan menjadi desa atau kampung percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia serta untuk negara lain di Asia dan Afrika," katanya.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura Jenny S Deda mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jayapura sangat berterima kasih atas dukungan FAOdalam mendukung pengelolaan sagu di Kampung Yoboi.

"Kami sejak dulu di Sentani hanya mengelola sagu sebagai papeda dan sagu porno yang dalamannya diisi gula merah atau kelapa, sehingga dengan motode yang ditawarkan untuk membuat tepung sagu dalam jumlah banyak maka akan dapat menghasilkan berbagai macam olahan," ujarnya.

Dia menambahkan hutan sagu terluas di Indonesia itu berada di Riau, sementara Papua berada di urutan kedua, sehingga banyak hal yang perlu dipelajari untuk mengembangkan produk olahan sagu.

"Kami percaya dengan dukungan FAO atau lembaga pangan PBB maka masyarakat asli Papua akan memperoleh keuntungan dari pengelolaan sagu berkelanjutan secara profesional," katanya.

RepresentativeFAO of theUN for Indonesia and Timor Leste sejauh ini belum memastikan berapa unit alat yang akan diberikan kepada masyarakat Kampung Yoboi karena masih terus berkomunikasi mengenai harga alat dengan pembuatnya I Made Budi yang juga dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Cenderawasih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.