Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinosaurus Musnah oleh Asteroid dari Luar Jupiter

📅 Senin, 09 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Dinosaurus Musnah oleh Asteroid dari Luar Jupiter Doc: afp/ VANDERLEI ALMEIDA

Bukti baru menunjukkan bahwa asteroid berkarbon dari tata surya bagian luar adalah penyebab kepunahan massal terakhir Bumi. Benda ini mengandung semacam karbon atau senyawa kaya akan karbon dan organik.

Sebuah asteroid seukuran gunung jatuh dari langit dengan kecepatan kilometer per detik, menghantam laut dangkal di lepas pantai yang sekarang menjadi bagian Meksiko dari Semenanjung Yucatán. Hantaman itu melepaskan energi setara dengan 100 juta bom nuklir.

Dampak dari jatuhnya asteroid itu membuat cekungan selebar 200 kilometer dengan kedalaman mencapai 20 kilometer di kerak Bumi. Selain itu mengakibatkan gempa bumi, tsunami, dan badai api yang dahsyat.

Suhu global anjlok dan rantai makanan runtuh saat gumpalan jelaga dan batu yang menguap menutupi Matahari. Semua ini menyebabkan lebih dari separuh spesies yang masih ada saat itu termasuk dinosaurus menuju kepunahan.

Para penyintas yang tersebar yang bangkit dari abu termasuk nenek moyang mamalia, yang menyiapkan panggung bagi era kehidupan baru di Bumi. Bencana planet ini tetap diselimuti misteri hingga salah satu fisikawan bernama Walter Alvarez menyusun garis besarnya pada tahun 1970-an dan 1980-an.

Alvarez dan rekan-rekannya menemukan lapisan puing yang terbentuk di bebatuan berusia 66 juta tahun di seluruh dunia yang secara aneh diperkaya dengan unsur-unsur seperti iridium yang sangat langka di kerak Bumi tetapi berlimpah di asteroid dan komet.

Mereka akhirnya menghubungkan asal lapisan tersebut dengan dampak yang membunuh dinosaurus dan bekas lubang raksasa yang sekarang terendam yaitu sebuah situs bernama Chicxulub yang dijuluki Alvarez dan teman-temannya sebagai "Kawah Malapetaka".

Namun selama beberapa dekade, para ilmuwan telah memperdebatkan detail yang lebih rinci terkait beberapa hal seperti apakah penumbuk itu adalah asteroid, bukan komet, dan jika ya, jenis apa dan dari mana asalnya di luar angkasa yang luas itu? Dan mungkinkah iridium yang menjadi pertanda dan kepunahan massal global sama-sama terjadi secara alami, yang muncul bukan dari dampaknya melainkan dari letusan gunung berapi besar yang memuntahkan magma yang mengandung unsur langka dari reservoir di mantel Bumi?

Sebuah studi yang diterbitkan di Science pada tanggal 15 Agustus kini menawarkan jawaban yang paling pasti. Studi memetakan asal-usul mendalam peristiwa penting ini melalui pengukuran yang sangat tepat terhadap isotop rutenium yang ditemukan di puing-puingnya.

Penelitian tersebut secara meyakinkan menunjukkan bahwa, seperti iridium dan unsur langka lainnya di lapisan Alvarez, rutenium ini tidak berasal dari vulkanisme melainkan berasal dari sumber yang jelas-jelas dari luar Bumi.

Variasi kecil dalam kelimpahan antara isotop-isotop tersebut secara kuat menunjukkan bahwa penumbuk yang menghasilkan kawah Chicxulub yang mengirimkannya bukanlah sebuah komet atau batu angkasa raksasa biasa, namun asteroid yang secara mencolok mengandung karbon, atau senyawa kaya akan karbon dan organik.

"Saya merasa hasil ini sangat meyakinkan," kata Steve Desch, seorang astrofisikawan di Arizona State University, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip oleh Scientific American. "Hasil ini sangat cocok dengan banyak bukti lain," tegas dia.

Bukti tersebut mencakup pengukuran awal isotop dan mineral lain di lapisan Alvarez, serta studi geokimia dari beberapa pecahan murni dari penumbuk yang hancur yang berhasil ditemukan oleh para ilmuwan dalam keadaan utuh dari sedimen dan fosil purba.

"Secara keseluruhan, bukti yang tersedia menunjukkan bahwa penumbuk itu mungkin bukan komet. Namun, kepastian mutlak akan membutuhkan studi isotop yang lebih rinci dari sejumlah besar material komet murni yang belum diperoleh para peneliti," kata Desch,

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

38 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.