Digerebek Tambang Emas Ilegal di Kampung Tanjakankeusik Sukabumi
Peralatan yang digunakan untuk menambang emas secara ilegal yang disita Satreskrim Polres Sukabumi.
Foto: ANTARA/Aditya A. RohmanSukabumi - Personel Polres Sukabumi menggerebek tambah emas ilegal atau pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang berada di Kampung Tanjakankeusik, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Penggerebekan ini setelah kami menerima informasi dari warga Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan yang merasa resah dengan adanya PETI di daerahnya yang belum lama ini dilanda bencana," kata Kasatreskrim Polres Sukabumi Iptu Hartono di Sukabumi, Selasa.
Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung bergerak ke lokasi dan menemukan sejumlah peralatan untuk menambang emas serta sejumlah orang yang diduga penambang emas ilegal.
Menurut Kasatreskrim, penggerebekan ini merupakan tindak tegas dan cepat Polres Sukabumi atas adanya laporan dari warga yang merasa resah dengan adanya aktivitas tambang ilegal.
Lokasi tambang ilegal ini, kata dia, merupakan daerah rawan bencana, bahkan belum sempat terjadi longsor akibat kerusakan lingkungan.
Kasatreskrim menyayangkan masih ada sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang belum sadar bahwa dampak aktivitas penambangan emas secara ilegal ini dapat merugikan banyak orang dan bisa memicu terjadinya bencana longsor.
Bencana yang terjadi pada bulan Desember 2024, kata dia, tidak menyurutkan pelaku PETI untuk beraktivitas kembali, padahal pihak kepolisian dan pemerintah sudah memperingati secara tegas agar tidak lagi ada aktivitas penambangan emas secara ilegal di daerah ini.
Ia mengatakan bahwa pihaknya masih mengembangkan kasus ini dengan memintai keterangan dari beberapa orang saksi, termasuk pegawai PETI yang ditangkap saat penggerebekan.
Polres Sukabumi berkomitmen terus memberantas tambang ilegal yang ada di wilayah hukumnya. Hal ini mengingat, selain berdampak pada kerusakan lingkungan dan merugikan negara, juga memicu terjadinya bencana.
Berita Trending
- 1 Respons CEO OpenAI tentang Model AI Tiongkok DeepSeek-R1: 'Mengesankan'
- 2 Setelah Trump Ancam Akan Kenakan Tarif Impor, Akhirnya Kolombia Bersedia Terima Deportasi dari AS
- 3 Thailand Ingin Kereta Cepat ke Tiongkok Beroperasi pada 2030
- 4 Diprediksi Berkinerja Mocer 2025, IHSG Sepanjang Tahun Ini Menguat 1,22 Persen
- 5 Tanpa Pengenaan Tarif ke Barang Impor, Produk Lokal Bakal Semakin Terpuruk