Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Skandal Korupsi

Demo Antikorupsi Kembali Ancam Netanyahu

Foto : REUTERS/Ronen Zvulun
A   A   A   Pengaturan Font

TEL AVIV - Ribuan masyarakat Israel diwartakan kembali melakukan aksi unjuk rasa di jantung Kota Tel Aviv pada Sabtu (9/12). Demonstrasi ini merupakan yang kedua kalinya sebagai bentuk protes terhadap tindak kejahatan korupsi yang terjadi di tubuh pemerintah Israel. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan sekarang berstatus dalam penyidikan atas pelanggaran yang terjadi di pemerintahannya.

Kepolisian Tel Aviv memperkirakan sekitar 10.000 demonstran turun ke jalan pada akhir pekan waktu setempat. Jumlah demonstran yang memprotes aksi ini menurun dibanding demonstrasi pada Sabtu (2/12) lalu, yang dilakukan oleh sekitar 20.000 demonstran atau tercatat sebagai demonstrasi terbesar yang terjadi baru-baru ini di Negara Bintang Daud.

Demonstran memprotes PM Netanyahu atas tuduhan telah melakukan tindak kejahatan korupsi, namun tuduhan itu disangkal olehnya. PM Netanyahu berkeras tidak melakukan kesalahan apapun. Netanyahu sudah 4 periode terpilih sebagai orang nomor satu di Israel dan dia diduga terlibat dalam dua kasus korupsi berbeda.

Tuduhan pertama terhadap PM Netanyahu adalah dugaan kuat ia telah menerima berbagai macam hadiah mewah dari kelompok pengusaha kaya raya di Israel. Kedua, keterlibatannya dalam sebuah negosiasi dengan seorang pemilik surat kabar di Israel, yang ditujukan agar Netanyahu mendapatkan ulasan pemberitaan yang positif.

Apabila kedua tuntutan itu terbukti, maka PM Netanyahu berada dalam tekanan hebat untuk melepaskan jabatannya atau kemungkinan akan diselenggarakan pemilu dini guna menguji lebih jauh apakah Netanyahu masih memegang mandat untuk memimpin pemerintahan.

Tudingan Likud

Terkait terjadinya aksi antikorupsi yang bisa menggoyang kepemimpinan, partai sayap kanan Israel, yang juga menggolkan Netanyahu ke kursi kepemimpinan, Partai Likud, melalui akun media sosialnya mengatakan unjuk rasa melawan PM Netanyahu dilakukan oleh kubu sayap kiri.

Partai Likud menyerukan kepada seluruh masyarakat Israel agar kembali mendukung PM Netanyahu, terlebih orang nomor satu di Isreal itu sedang membela Israel setelah dunia internasional menghujani kritik terhadap Donald Trump, yang mau menerima Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Kita harus bersatu dan memperlihatkan pada dunia persatuan ini ada di garda depan. Kubu sayap kiri tidak bisa membentuk misi sendiri," demikian pernyataan Partai Likud.

Selama unjuk rasa, para demonstran telah mengidentifikasikan diri mereka sebagai pendukung, baik kubu sayap kiri dan partai-partai sayap kanan. Dalam aksi jalan pada Sabtu (9/12) terlihat sejumlah spanduk yang bertuliskan "Bukan sayap kiri atau pun kanan", "Kami tuntut integritas", "Kita ini sedang memberi makan politisi-politisi yang melakukan korupsi," dan "Bersihkan negara ini dari korupsi,".

Selain PM Netanyahu, pada awal September 2017 lalu, Sara Netanyahu, juga tersangkut kasus hukum. Dia kemungkinan akan didakwa oleh Kejaksaan Agung Israel atas dugaan penyalahgunaan uang negara.

Dia dituduh sudah memakai uang negara untuk kepentingan pribadi, seperti memesan makan malam dan makanan mewah lainnya.uci/Rtr/I-1


Redaktur : Ilham Sudrajat

Komentar

Komentar
()

Top