Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Dana BOS Daerah Tertinggal Akan Ditambah Rp 3 Triliun

Foto : Istimewa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, saat kunjungan kerja ke Pulau Rote.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Banyak sekolah terutama di daerah terdepan, tertinggal, terluar (3T) tidak memiliki fasilitas seperti di Pulau Jawa. Infrastruktur yang belum baik, jaringan internet yang belum baik, sarana dan prasarana itu sangat besar kesenjangannya. Untuk itu, pada 2021, akan ditambah anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah-sekolah di daerah 3T sebesar 3 triliun rupiah.

"Ini yang harus benar-benar kita jembatani dan itu menjadi suatu hal yang menjadi prioritas kami. Untuk penentuan besaran BOS bagi tiap sekolah untuk tahun depan juga akan disesuaikan dengan kondisi sekolah," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, seusai kunjungan kerja, di Jakarta, Kamis (12/11).

Menurut Nadiem, selama ini dana BOS yang diterima sama semuanya dan itu merugikan sekali bagi sekolah-sekolah kecil dan di pinggiran jika disamakan biaya per anaknya. Padahal di daerah 3T itu biaya konstruksi mahal dan barang-barang juga mahal. Jadi ini akan meningkat signifikan pada 2021.

Tidak Adil

Sebelumnya, perhitungan dana BOS berdasarkan jumlah murid dan biaya per siswa disamakan. Nadiem menyebut perhitungan dengan berdasarkan jumlah murid tidak terlihat adil karena harus mengelola sekolah dengan besaran dana BOS yang kecil.

Kenyataannya, kata Nadiem, di lapangan masih terjadi kesenjangan, terutama pada sekolah yang muridnya sedikit dan sebagian besar berada di daerah 3T. Sementara itu, bagi sekolah yang memiliki jumlah murid besar akan diuntungkan karena dapat menikmati kemampuan ekonominya dan bisa memiliki sarana dan prasarana yang lengkap.

"Ke depannya, kami akan mengubah cara perhitungan BOS. Tidak hanya berdasarkan jumlah peserta didik tetapi ada indeks kemahalan konstruksi (IKK) dari Badan Pusat Statistik (BPS)," ucapnya.

Nadiem menyebut adanya mekanisme penentuan dana BOS yang baru meruapakan kebijakan yang prorakyat. Meski begitu, dirinya juga menjamin tidak akan ada sekolah yang dana BOS-nya turun.

"Jadi kita pastikan, tidak ada dana BOS yang turun tapi untuk teman-teman kita di sekolah-sekolah kecil, daerah terluar, tertinggal itu akan meningkat secara dramatis," katanya.

Anggota Komisi X DPR Anita Jacoba Gah menyambut baik perubahan regulasi dana BOS untuk daerah 3T. Mekanisme seperti itu yang dibutuhkan untuk daerah 3T. n ruf/N-3


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Muhamad Ma'rup

Komentar

Komentar
()

Top