Cara Mendiskusikan Topik yang Menantang dengan Anak Remaja Kita
📅 Minggu, 28 Mei 2023, 14:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: thebergandgroup
Netta Weinstein, University of Reading
Percakapan penting dengan remaja menjadi salah satu tantangan dalam pengasuhan. Obrolan-obrolan ini rasanya bisa seperti berjalan di atas tali tambang. Terlalu banyak - atau terlalu sedikit - memberikan perintah dan batasan bisa membuat diskusi sensitif semacam ini berjalan kurang mulus.
Saat mempersiapkan artikel ini, saya meminta putri saya memberikan nasihat untuk para orang tua yang memiliki anak remaja. Responsnya adalah bahwa "remaja bisa frustrasi jika orang tua tidak mendengarkan mereka dengan baik, atau mengatakan satu hal tetapi justru melakukan hal lain. Pikirkan dulu apa yang ingin kamu katakan jauh sebelum kamu mengatakannya kepada anak remajamu."
Yang mengejutkan, intuisinya selaras dengan temuan berbagai penelitian (dan saya menduga itu adalah pesan darinya untuk saya juga).
Berdiskusi dengan anak remaja bisa menjadi sulit karena berbagai alasan. Pertama, masa remaja adalah masa ketika anak muda tengah mencari identitas mereka sendiri. Dalam bereksperimen dengan berbagai bagian identitas tersebut, mereka sering kali membuat keputusan tanpa diketahui orang tua mereka, dan beberapa di antaranya cukup berisiko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, anak remaja masih bergantung pada orang tua mereka, serta masih membutuhkan kasih sayang dan persetujuan orang tua - bahkan ketika mereka tidak mau mengakuinya. Obrolan yang bisa memfasilitasi kebutuhan yang kompleks ini sering kali membutuhkan fleksibilitas, daya tanggap, dan kesabaran.
Para peneliti masih mempelajari tentang bagaimana orang tua dapat mendukung kebutuhan anak remaja mereka dengan sebaik-baiknya, tetapi penelitian yang dilakukan sejauh ini menunjukkan beberapa hal penting yang perlu dicatat.
Sering-seringlah membicarakan topik yang rumit
Sebaiknya Anda baca juga:
Bicaralah dengan anak remajamu sesering mungkin dan dengan menunjukkan antusiasme. Libatkan mereka dalam topik yang mereka rasa penting atau berkaitan dengan mereka.
Umumnya anak remaja akan lebih terbuka ketika mereka merasa bisa berbicara dengan orang tua yang tidak menghakimi mereka tentang topik-topik penting.
Selain kualitas percakapan, frekuensi juga penting. Lebih sering memulai percakapan akan membuat anak remaja mau berbagi lebih banyak hal dengan kita.
Sebagai persiapan memulai pembicaraan, ada baiknya kamu membangun pemikiran bahwa kamu memang berminat mendengarkan anakmu, serta menghargai dan mempercayai mereka, bahkan sebelum memulai perbincangan yang berat.
Dengarkan dengan kasih sayang
Penelitian saya menunjukkan bahwa mendengarkan anak remaja dengan sebaik-baiknya dapat membuat mereka lebih bahagia dan, ke depannya, bersedia untuk berbagi lebih banyak hal lagi padamu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!