Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Cairnya Es di Kutub yang Lebih Cepat

Foto : Fabrice COFFRINI / AFP

(FILES) In this file photo taken on October 27, 2021 A man works at the Rhone Glacier partially covered with insulating foam to prevent it from melting due to global warming near Gletsch on October 27, 2021. - Swiss glaciers lost 1% of their volume in 2021, despite heavy snow and a cool summer, due to climate change. "Although 2021 shows the lowest ice loss since 2013, no slowdown is in sight for glacier retreat" noted experts from the Expert commission of the cryosphere measurement network of the Swiss Academy of Sciences on October 19, 2021.

A   A   A   Pengaturan Font

Mencairnya es dari Gletser Thwaites memicu sekitar empat persen kenaikan permukaan laut tahunan. Naiknya permukaan laut dapat menyebabkan banjir di wilayah pesisir yang merupakan rumah bagi jutaan orang dan banyak kota terbesar di dunia.

Bumi semakin panas. Tanpa disadari, kita semua menyesuaikan diri dengan semakin memanasnya suhu dari planet yang dihuni sekitar 7 miliar manusia ini. Lihat saja, penyejuk udara (AC, air conditioner) kini bukan hanya monopoli rumah-rumah di perkotaan di dataran rendah, tetapi juga mulai banyak digunakan di daerah-daerah yang selama ini dikenal dengan hawanya yang sejuk atau dingin.

Hotel-hotel atau tempat penginapan zaman dulu di Bandung dan Malang (Jawa Timur) masih ada yang tidak menggunakan AC. Tapi kini, jangankan Bandung dan Malang, hotel-hotel baru di Lembang dan Kota Batu yang berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) pun harus menyediakan AC kalau tak mau hotelnya kosong melompong.

Begitu juga angkutan umum jarak jauh seperti bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), nyaris tidak ada lagi yang tidak menggunakan penyejuk ruangan. Bahkan, semua perjalanan kereta api, dari yang harganya di atas satu juta rupiah rute Jakarta-Surabaya hingga kelas ekonomi yang harganya 150 ribu rupiah, sudah menggunakan AC.

Dan memang tidak salah, suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0,74 plus minus 0,18 derajat Celsius atau 1,33 plus minus 0,32 derajat Fahrenheit selama seratus tahun terakhir. Intergovemental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca karena aktivitas manusia.

Makanya tidak mengejutkan jika lapisan es di Gletser Thwaites Antarika saat ini sudah kehilangan 50 miliar ton es per tahunnya. Dan diperkirakan dalam kurun waktu lima tahun ke depan, kemungkinan terjadi percepatan pencairan gletser yang drastis.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Koran Jakarta
Penulis : Koran Jakarta

Komentar

Komentar
()

Top