Butuh Kemauan Keras untuk Lepas dari Jeratan Impor
Pola kerja sama yang disampaikan Presiden dengan meminta usaha besar berkolaborasi dengan petani memang sudah tepat dan seharusnya sudah berjalan dari dulu. Namun, karena ada oknum importir yang meraup banyak keuntungan dari impor, sehingga terus merongrong pemerintah untuk impor.
Sistem Monopolistik
Dihubungi dalam kesempatan berbeda, Pengamat Ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, mengatakan praktik rent seeking impor pangan telah membesarkan sistem monopolistik yang dikuasai oknum pedagang. "Akibatnya ratusan juta rakyat Indonesia bergantung pada segelintir pedagang," katanya.
Pemburu rente itu menguasai bisnis pangan selama berpuluh-puluh tahun. Terlebih lagi perusahaan negara tidak masuk membantu petani. Sistem ini yang mematikan petani, dan hampir tidak ada inisiatif untuk membuat Indonesia maju. "Kita menjadi negara terbelakang dalam membangun sistem ketahanan pangan," tegasnya.
Dia sepakat dengan usulan agar kerja sama usaha besar atau perusahaan negara (BUMN) dengan petani itu penting. Kalau fungsi-fungsi penguatan kapasitas perekonomian nasional diisi oleh BUMN, otomatis pemerintah telah berupaya menghilangkan kesempatan untuk korupsi.
Halaman Selanjutnya....
Redaktur : Vitto Budi
Komentar
()Muat lainnya