Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNPB Ingatkan Kalimantan Timur Masih Berpotensi Banjir Sepekan ke Depan

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Ingatkan Kalimantan Timur Masih Berpotensi Banjir Sepekan ke Depan Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan kondisi cuaca di Kalimantan Timur dalam siaran daring bertajuk disaster briefing yang diikuti dari Jakarta, Senin (12/8/2024).

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sejumlah wilayah di Kalimantan Timur dan sekitarnya masih berpotensi dilanda banjir susulan dalam sepekan ke depan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa potensi tersebut dapat terjadi akibat masih berlangsungnya fenomena atmosfer berupa gelombang Rossby -- Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang dapat meningkatkan curah hujan intensitas sedang (20 mm) di wilayah yang dilintasinya, termasuk Kalimantan Timur.

"Selain itu juga ada faktor belokan angin regional sehingga diprakirakan satu minggu ke depan masih ada hujan yang berpotensi terjadi hidro-meteorologi basah di Kalimantan Timur," kata dia dalam siaran daring bertajukdisaster briefingyang diikuti dari Jakarta, Senin.

Menurut dia, berkaca dari pengalaman satu pekan sebelumnya curah hujan yang berlangsung cukup panjang menimbulkan banjir yang melanda sejumlah kelurahan di Mahakam Ulu, Balikpapan dan Penajam Paser Utara.

Pusdalops BNPB mencatat pada Sabtu (10/8) banjir melanda 15 kelurahan di dalam wilayah administrasi kecamatan Balikpapan Utara, Barat, Kota, Timur, Selatan, dan Balikpapan Tengah.

Di saat yang bersamaan hujan yang deras juga dilaporkan menimbulkan tanah longsor di empat kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan antara lain Balikpapan Kota, Tengah, dan Selatan, hingga mengakibatkan sejumlah rumah, drainase dan jalan rusak tertimbun.

Kemudian pada Minggu (10/8) hujan berintensitas deras mengakibatkan aliran Sungai Sepaku meluap hingga merendam sejumlah rumah di Kelurahan Gunung Seteleng, Kabupaten Penajam Paser Utara yang merupakan daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Harusnya IKN aman karena sudah dilakukan upaya pengendalian yang cukup masif, kita berdoa semoga semua kegiatan yang akan dilangsungkan di sana akan berjalan lancar," kata dia.

BNPB meminta pemerintah daerah aktif mengawasi kondisi aliran sungai dan perbukitan terjal yang rentan longsor baik dari hulu -- hilir sehingga menjadi rujukan tindakan lanjutan bagi masyarakat. Selain itu, kata dia, secara khusus diharapkan menjadikan prakiraan kondisi cuaca yang di rilis setiap tiga jam sekali oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai rujukan utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.