Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Pemanasan Global

Biden: Ancaman Perubahan Iklim Lebih Besar Dibandingkan Perang Nuklir

Foto : NHAC NGUYEN/AFP

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden

A   A   A   Pengaturan Font

HANOI - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan satu-satunya ancaman terhadap keberadaan umat manusia adalah perubahan iklim, bahkan perang nuklir tidak sampai menimbulkan bahaya yang setara.

"Satu-satunya ancaman nyata yang dihadapi umat manusia, bahkan hal-hal yang lebih menakutkan daripada perang nuklir adalah pemanasan global," kata Biden saat konferensi pers di Hanoi, Vietnam, Minggu (10/9).

Dia menambahkan manusia akan berada dalam masalah besar jika, dalam satu atau dua dekade mendatang, pemanasan melebihi kenaikan suhu 1,5 derajat Celsius yang oleh para ilmuwan dianggap sebagai titik kritis yang meningkatkan kemungkinan kejadian cuaca ekstrem.

"Tidak ada jalan keluar dari hal itu. Jadi, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk sementara waktu," lanjut Biden.

Dikutip dari The Straits Times, Biden berbicara setelah KTT G20 di India, di mana para pemimpin menyetujui serangkaian tindakan iklim, termasuk janji untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan pada akhir dekade ini.

Kebakaran Hutan

Perhatian Biden pada 2023 terkadang teralihkan oleh bencana cuaca dan iklim, termasuk kebakaran hutan yang mematikan di Maui. Menurut Pusat Informasi Lingkungan Nasional AS, negara itu telah mengalami peristiwa cuaca buruk yang menimbulkan kerugian lebih dari belasan miliar dollar pada 2023.

Namun, peristiwa-peristiwa dunia, khususnya perang di Ukraina, terus menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik nuklir.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengancam akan melepaskan persenjataan nuklir negaranya jika kedaulatannya dilanggar, dan dia baru-baru ini menempatkan aset nuklir di negara tetangganya, Belarus.

"Ketika saya berada di sini sekitar tiga tahun yang lalu dan mengatakan saya khawatir akan mengeringnya Sungai Colorado. Semua orang memandang saya seolah saya gila," kata Biden kepada para donor kampanye pada acara penggalangan dana bulan Juni lalu.

"Mereka memandang saya seperti ketika saya mengatakan saya khawatir Putin menggunakan senjata nuklir taktis. Itu nyata," pungkasnya.

Sebelumnya seperti dikutip dari Antara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan perlunya upaya masif dan radikal untuk mengatasi perubahan iklim. Pernyataan itu dia sampaikan ketika memimpin delegasi Indonesia dalam sesi pertama KTT G20 di New Delhi, India, Sabtu (9/9), yang mengangkat topik One Earth. "Presiden Jokowi menyampaikan perlunya upaya masif dan radikal untuk mengatasi perubahan iklim," kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, terkait kunjungan Presiden Jokowi ke India dalam rangka menghadiri KTT G20.

Menlu Retno mengatakan untuk mengatasi perubahan iklim, Presiden Jokowi menekankan dua pendekatan, yang pertama adalah percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top