Berkat Program Tanam Satu Juta Pohon Cabai, Sulbar Peringkat Ketiga Inflasi Terendah di Indonesia
📅 Kamis, 04 Jan 2024, 04:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/M Faisal Hanapi
Mamuju - Berkat program tanam satu juta pohon cabai, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi provinsi dengan tingkat inflasi terendah ketiga di Indonesia yaitu 1,82 persen pada Desember 2023.
Penjabat Gubernur SulbarZudan Arif Fakrulloh, di Mamuju, Rabu, mengatakan PemprovSulbar berhasil menekan angka inflasi sehingga berada di peringkat ketiga daerah dengan inflasi terendah di Indonesia.
Ia mengatakan, pada tahun sebelumnya inflasi di Sulbar mencapai 4,85 persen pada Desember 2022, namun mampu dikendalikan pemerintah hingga turun menjadi 1,82 persen pada Desember 2023.
Menurut dia lagi, inflasi di Sulbar terjadi akibat tingginya harga komoditas cabai dan bawang merah, sehingga pemerintah akan memprogramkan penanaman cabai satu juta pohon di seluruh wilayah Sulbar.
"Komoditi ikan bandeng, ikan cakalang, dan ikan layang yang sebelumnya penyumbang inflasi telah mampu dikendalikan dan menjadi penyumbang deflasi di Sulbar," katanya pula.
Menurut dia, dengan upaya program peningkatan produksi cabai diharapkan inflasi di Sulbar semakin dapat ditekan,
karena permintaan akan semakin dapat dipenuhi dengan produksi yang tinggi dan membuat harga cabai akan turun.
Ia mengatakan, PemprovSulbar akan terus berupaya menekan inflasi sebagai permasalahan pembangunan di Sulbar agar ekonomi Sulbar dapat terus meningkat.
"Pemerintah Sulbar akan terus memantau harga pangan di pasaran dan akan memantau setiap komoditi yang mengalami kenaikan harga agar dapat diantisipasi, sehingga harganya tetap stabil," katanya lagi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!