Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Berita Gembira, Jakbar Beri Kudapan Bagi 200 Balita Risiko Stunting Mulai Pekan Depan

Foto : ANTARA/Risky Syukur

Anak-anak bermain dalam acara "Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan" (GEMARIKAN) di RPTRA Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (14/9/2023).

A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Berita gembira, Pemerintah Kota Jakarta Barat memberikan kudapan protein hewani bagi 200 balita yang memiliki risiko tengkes atau stuntingdi wilayah tersebut mulai7 November 2023.

Ketua Subkelompok Kesehatan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jakarta Barat, Endang Tri Rahayu menjelaskan, kudapan bagi 200 balita tersebut akan dilakukan selama 14 hari di delapan kelurahan.

"Insyaallah tanggal 7 (November 2023)," ungkap Endang saat dihubungi di Jakarta pada Senin.

Penentuan tanggal tersebut merupakan hasil perubahan dari yang sebelumnya ditentukan pada Minggu ketiga Oktober 2023.

"Nanti diberi dua kali sehari, pagi dan sore. Nah, yang sore itu nanti kita minta kader TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) untuk mengkreasikan bentuk kudapannya," katanya.

Jadi, kata dia, bukan sekadar kudapan biasa. Tapi olahan yang enak dan tentunya bergizi," ungkap Endang.

Endang menyebutkan, 200 balita berisiko tengkes tersebut terdapat di delapan lokus atau lokasi, yakni Kelurahan Kedaung Kaliangke, Wijaya Kusuma, Jatipulo, Kota Bambu Utara, Tegal Alur, Cengkareng Timur, Rawa Buaya dan Duri Kosambi.

"Masing-masing lokus itu ada 25 anak dengan berat badan yang mulai berkurang (weight faltering). Jadi jumlahnya 200 balita," kata Endang.

Endang menegaskan bahwa 200 balita tersebut masih berada pada level pertama potensi tengkes.

"Jadi 200 balita itu masih di tingkatan 'weight faltering'atau berat yang mulai berkurang. Jadi misalnya hari ini ditimbang 15 kilogram, terus besoknya tiba-tiba 14 kilogram, maka itu namanya 'weight faltering'. Itu level pertama tingkatan potensi tengkes," ungkap Endang.

Jadi, lanjut dia, tidak serta-merta balita-balita tersebut langsung dikatakan tengkes. "Ada tingkatannya. Pertama 'weight faltering:, terus 'under weight', terus kurang gizi, terus gizi buruk, baru yang terakhir tengkes," kata dia.

Program pemberian kudapan protein selama 14 hari tersebut, kata Endang, dilakukan untuk mencegah 200 balita tersebut dilakukan untuk mencegah mereka naik ke tingkat "underweight' dan kemudian tengkes.

Namun, lanjut dia, pemberian kudapan tersebut hanya asupan tambahan. Makanan pokok dari orang tua tetap menjadi asupan utama.

Dia menyebut, program ini atas kerja sama dengan Dharma Wanita Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM JAYA) dan dana disalurkan melalui Baznas Baziz Jakarta Barat.

"Nanti setiap anak itu jatahnya Rp25 ribu setiap hari. Itu artinya Rp350 ribu selama 14 hari," ungkap dia.

Pihaknya memberi kudapan pada pagi dan sore hari. "Jadi rencananya yang mau kita kasih itu kalau pagi kurang lebih telur, pisang, buah-buah begitu dan susu kotak," ungkap dia.

Kemudian, pada sore hari ia meminta kreativitas kader TP PKK untuk mengkreasikan kudapan protein hewaninya. "Sorenya itu kudapan protein hewani yang diolah sama kader TP PKK," katanya.

Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pada tahun 2023 terdapat 1.199 dari 85.249 balita yang tergolong tengkes (kategori pendek dan sangat pendek) di Jakarta Barat.

Pada tahun 2022, terdapat 2.389 dari 90.043 balita yang tergolong tengkes (kategori pendek dan sangat pendek) di wilayah tersebut.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top