Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Berita Gembira, Investasi Publik di Sistem Pertanian Pangan Naik 22 Persen pada 2022

Foto : ANTARA/Xinhua/Alberto Lingria

Arsip Foto - Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Qu Dongyu yang baru terpilih, berbicara selama Konferensi FAO ke-41 di Roma, Italia, Minggu (23/6/2019).

A   A   A   Pengaturan Font

Semoga masyarakat bisa merasakan manfaatnya, investasi publik di sistem pertanian pangan naik 22 persen pada 2022.

Roma - Berita gembira, investasi publik dalam pertanian berkelanjutan meningkat lebih dari seperlima tahun lalu, menurut Tinjauan Tahunan 2022 yang dirilis Selasa (23/5) oleh Pusat Investasi Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

Pusat Investasi FAO memantau sekitar 45 proyek investasi publik di 32 negara, yang dikatakan bernilai 8,8 miliar dolar AS pada tahun 2022. Ini merupakan peningkatan 22 persen secara tahun-ke-tahun.

Tinjauan tersebut mengatakan bahwa pusat tersebut telah membuat beberapa pencapaian penting jika dilihat "dengan latar belakang harga makanan, pupuk, dan bahan bakar yang mudah berubah, gangguan rantai pasokan, konflik, krisis iklim, darurat kemanusiaan, dan efek pandemi COVID-19 yang masih ada."

"Kita harus bertindak bersama, dan cepat, untuk mengatasi tantangan global ini demi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan yang tidak meninggalkan siapa pun," kata Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu.

"Itu berarti mengubah cara kerja sistem pertanian pangan kita, dari cara kita memproduksi, memasok, dan mengonsumsi makanan kita hingga cara kita mengurangi kehilangan dan pemborosan makanan di tempat pembuangan sampah kita," jelasnya.

Selama beberapa dekade, FAO telah membantu negara-negara miskin dan berkembang berinvestasi di bidang pertanian dan pembangunan pedesaan dalam jangka panjang.

Pusat Investasi bertindak sebagai jembatan antara negara anggota dan mitra pembiayaan, termasuk Bank Dunia, Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD), Uni Eropa, dan bank pembangunan regional.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top