Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bergotong Royong Menjadikan Kota Lebih Sehat

📅 Sabtu, 26 Jun 2021, 09:31 WIB | Oleh:
Bergotong Royong Menjadikan Kota Lebih Sehat Doc: istimewa

Kota Surabaya baru saja memasuki usia yang ke-728 tahun. Sebagai metropolitan terbesar kedua, sejumlah capaian telah tercatat. Kini tentu semakin memiliki banyak harapan untuk Kota Pahlawan ini. Masyarakat berharap kepemimpinan yang baru dapat mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian-capaian dari pejabat sebelumnya. Utamanya penanganan Covid-19 yang tengah mengganas.

Guna mengetahui lebih dalam rencana kerja, tantangan, dan terobosan-terobosan, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, mewawancarai Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Berikut petikannya.

Apa yang menjadi fokus Pemkot Surabaya saat ini?

Pertama menggenjot program untuk kesejahteraan masyarakat. Yang kedua bagaimana kita memberikan pekerjaan, sehingga ekonomi bergerak. Namun tak kalah mendesak adalah mengatasi pandemi Covid-19 Surabaya dulu.

Langkah apa saja untuk mengatasi pandemi Covid-19?

Tentu di masa pandemi Covid-19 ini, yang menjadi kekuatan adalah gotong royong, bersama-sama dan bahu membahu dalam menyelesaikan Covid-19. Kita sudah menjadi satu warga, keluarga besar Kota Surabaya. Saya berharap ke depannya kita selalu mengingatkan, saling bergotong-royong untuk menjadikan Surabaya lebih hebat lagi. Program prioritas kerja sekarang adalah mengatasi pandemi Covid-19. Oleh karena itu, berbagai upaya seperti vaksinasi, testing, tracing, treatment, serta sosialiasi protokol kesehatan melalui Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo yang sudah ada selama ini, akan terus dilanjutkan.

Bisa dijelaskan soal gerakan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo?

Lurah dan camat diminta untuk menjaga wilayahnya dengan berinovasi sebaik mungkin sesuai dengan kondisi daerah setempat. Selain itu, Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo juga harus dibangkitkan kembali dengan melibatkan seluruh perwakilan lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari satuan petugas (satgas) Covid-19. Jadi, anggota satgas itu tidak hanya RT/RW dan pengurus lainnya,

Lalu siapa saja?

Ya, melibatkan semua unsur. Mulai dari perwakilan karang taruna, kader dan ibu PKK. Dengan begitu semuanya tersentuh, karena kedekatan emosional itu juga berpengaruh. Masyarakat Surabaya bisa mengerti dan sadar bahwa yang bisa menjaga kota ini dari Covid-19 adalah warganya sendiri. Dengan adanya kebersamaan dan kesadaran bersama, peningkatan terhadap penularan Covid-19, seperti saat libur panjang ini bisa dihindari.

Bisa dijelaskan soal upaya vaksinasi?

Presiden telah menjelaskan perekonomian di setiap daerah harus naik di kuartal II tahun 2021, dengan catatan angka kasus Covid-19 tidak mengalami peningkatan. Artinya secara otomatis kami akan perketat protokol kesehatan (prokes) dan semakin memasifkan vaksinasi. Terutama pelayanan publik dan lansia.

Apakah sistem door to door juga menjangkau di luar lansia?

Vaksinasi door to door tak hanya menyasar kepada para lansia. Tapi pedagang kaki lima hingga penjual di warung-warung juga menjadi sasaran vaksinasi door to door. Sebab, para pedagang ini juga termasuk dalam kategori petugas pelayan publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.