Bekasi-BKKBN Gelar Gerakan Sehat
📅 Kamis, 17 Okt 2024, 03:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
BEKASI - Program Gerakan Sehat Atasi Stunting (Getas) digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional bersama perusahaan di Bekasi, Rabu (16/10).
Getas diluncurkan di Aula Universitas Presiden, Kabupaten Bekasi. BKKBN menggandeng mitra kerja Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) PT Jababeka Infrastruktur. Peluncuran program diisi dengan seminar kesehatan.
Isinya menyangkut pencegahan stunting dihadiri 120 ibu berstatus karyawati aktif di kawasan industri Jababeka.
"Melalui kegiatan ini, BKKBN bersama Jababeka ingin mengampanyekan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat bagi ibu hamil dan menyusui, khususnya kepada para ibu yang masih aktif bekerja," kata Pelaksana Tugas Kepala BKKBN, Sundoyo.
Menurutnya, stunting dapat dicegah apabila calon pengantin dan ibu hamil lebih waspada terhadap kesehatan diri. Selain itu, calon ibu diimbau melengkapi imunisasi agar anak terhindar stunting.
Sundoyo memberikan edukasi kepada para ibu yang masih aktif bekerja. Mereka diminta memperhatikan pencegahan stunting dari bayi dalam kandungan. "Pemeriksaan kesehatan dan asupan makanan bergizi bagi calon pengantin dan ibu selama kehamilan penting dilakukan secara rutin. Ini langkah utama yang mesti dilakukan sebelum bayi lahir," tandasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beri ASI eksklusif serta imunisasi dasar secara lengkap bayi. Setelah bayi usia bayi enam bulan harus dipenuhi asupan makanan bergizi seimbang. Apabila anak sulit makan terus, katanya, harus diupayakan agar pola makan diubah. Kemudian perhatikan pula air bersih dan sanitasi lingkungan.
Sedangkan Penjabat Bupati Bekasi, Dedi Supriyadi, mengapresiasi perusahaan dan BKKBN atas komitmen membantu Bekasi mempercepat penurunan stunting. "Semoga kolaborasi dapat terus ditingkatkan serta diperkuat agar target penurunan stunting bisa tercapai," tuturnya.
Angka prevalensi stunting Kabupaten Bekasi terus menurun dari tahun ke tahun berkat optimalisasi kolaborasi pentahelix dari sejumlah unsur terkait. Pada tahun 2021, angka prevalensi stunting 21,5 persen. Setahun berselang turun menjadi 17,8 persen. Kemudian tahun 2023 turun menjadi 13,8 persen. Tahun ini belum dihitung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Jababeka Infrastruktur, Vega Violeta, menambahkan, seminar kesehatan ini juga diisi dengan penyerahan 1.000 paket bantuan bagi keluarga risiko stunting. Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!