Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Sentral Jepang Harus Waspadai Inflasi Lebih Tinggi

📅 Selasa, 09 Mei 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Bank Sentral Jepang Harus Waspadai Inflasi Lebih Tinggi Doc: ISTIMEWA
Ket. Seorang pria yang mengenakan masker pelindung berdiri di depan kantor pusat Bank Sentral Jepang (BoJ) di tengah wabah Covid-19 di Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu.

TOKYO - Beberapa anggota dewan Bank Sentral Jepang (BoJ) mengatakan bank sentral harus waspada terhadap risiko percepatan inflasi lebih tinggi dari yang diharapkan, demikian risalah pertemuan kebijakan Maret yang diterima Senin (8/5).

Beberapa dari sembilan anggota dewan juga mengatakan mereka melihat sejumlah "tanda-tanda positif" yang muncul di Jepang yang menunjukkan ekonomi membuat kemajuan menuju pencapaian target inflasi BoJ 2,0 persen, menurut risalah pertemuan 9-10 Maret.

Seperti dikutip dari Antara, Dewan memperdebatkan bagaimana perusahaan-perusahaan terus menaikkan harga untuk meneruskan kenaikan biaya bahan baku, dan kenaikan harga meluas ke jasa-jasa.

"Penting untuk menggunakan berbagai data dan melihat kembali mekanisme dasar di balik pergerakan harga-harga, untuk memperdalam pemahaman kita tentang perkembangan inflasi," kata salah satu anggota, dikutip dari Reuters.

Pada pertemuan Maret, BoJ mempertahankan kebijakan ultra-longgarnya, termasuk batas 0,5 persen untuk imbal hasil obligasi 10 tahun yang mendapat serangan dari pasar yang bertaruh pada kenaikan suku bunga jangka pendek setelah kenaikan inflasi baru-baru ini.

Sangat Longgar

Sementara beberapa melihat tanda-tanda positif muncul di bidang harga, banyak anggota mengatakan ada ketidakpastian "sangat tinggi" atas prospek ekonomi Jepang yang menjamin menjaga kebijakan moneter sangat longgar.

"BoJ harus fokus pada risiko kehilangan kesempatan untuk mencapai target harga dengan pergeseran kebijakan prematur, daripada terlalu terlambat dalam memodifikasi kebijakan," kata salah satu anggota.

Anggota lain mengatakan setiap perdebatan tentang perubahan kebijakan harus dilakukan dengan hati-hati karena pembalikan kebijakan yang sangat longgar akan berdampak luas pada publik.

Pertemuan BoJ Maret adalah yang terakhir dipimpin oleh Haruhiko Kuroda, yang pensiun sebagai gubernur pada April dan digantikan oleh Kazuo Ueda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

41 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.