Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Bangsa Indian Amerika

Bangsa Indian Tidak Memiliki Konsep Kepemilikan Tanah

Foto : AFP/ Eric Feferberg
A   A   A   Pengaturan Font

Penduduk asli Amerika utara yang juga dikenal sebagai Indian Amerika, datang ke benua itu melalui proses migrasi antara 40.000-14.000 tahun lalu. Mereka datang dari Asia melintasi Jembatan Darat Bering (Beringia) yang menghubungkan Siberia saat ini dengan Alaska.

Penduduk asli Amerika utara yang juga dikenal sebagai Indian Amerika, datang ke benua itu melalui proses migrasi antara 40.000-14.000 tahun lalu. Mereka datang dari Asia melintasi Jembatan Darat Bering (Beringia) yang menghubungkan Siberia saat ini dengan Alaska.

Para imigran ini kemudian berkembang menjadi bangsa-bangsa terpisah dengan ciri khas yang berbeda. Masing-masing bangsa ini merupakan entitas budaya yang berbeda.

Masing-masing bangsa memahami dirinya sebagai bagian dari satu sama lain, namun hal ini tidak berarti mereka selalu hidup damai atau menghormati wilayah masing-masing. Perang terjadi karena hak atas air, untuk mencegah orang luar berburu di wilayah seseorang, demi prestise dan kekuasaan suku, dan untuk tawanan yang dapat ditebus atau dijadikan budak.

Peperangan terjadi dan tanah serta tawanan dirampas karena dianggap perlu untuk menopang kehidupan masyarakat. Mereka sebenarnya tidak ada konsep kepemilikan tanah. Bumi dan sumber dayanya bukan milik siapapun secara khusus, melainkan merupakan anugerah Roh Agung kepada semua orang secara kolektif, dan seseorang diharapkan memberikan kembali melalui ritual timbal balik yang menjaga siklus kehidupan.

Secara umum, semua kelompok penduduk asli Amerika menganut keyakinan dasar yang sama meskipun bentuk ekspresi mereka berbeda. Bangsa-bangsa biasanya rukun satu sama lain, terlibat dalam perdagangan, dan membiarkan bangsa lain hidup damai kecuali ketika konflik muncul.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top