Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Ayo Dukung untuk Mewujudkannya, Mahasiswa Surabaya Serukan Pemilu Damai Tanpa Provokasi

Foto : ANTARA/HO-Guntur

Ratusan perwakilan dari organisasi mahasiswa saat melakukan aksi "BEM Unair Memanggil Mahasiswa Mengawal Pesta Demokrasi tanpa Provokasi" di Universitas Airlangga, Kamis (21/12/2023).

A   A   A   Pengaturan Font

Surabaya - Sekitar 250 orang perwakilan sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Surabaya menyerukan pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan damai tanpa adanya provokasi melalui aksi "BEM Unair Memanggil Mahasiswa Mengawal Pesta Demokrasi tanpa Provokasi" di Universitas Airlangga, Kamis.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair Anang Jazuli mengatakan dengan pemilu yang berjalan jujur dan adil mampu mewujudkan pemilu yang damai tanpa provokasi.

"Kami mengimbau mahasiswa sebagai insan intelektual, golongan akademis yang mengedepankan pola pikir kritis, untuk tetap menjunjung tinggi etika dan fokus pada substansi bukan menjelekkan seseorang," katanya.

Ratusan mahasiswa yang ikut dalam aksi tersebut di antaranya berasal dari BEM Unair, BEM Universitas Negeri Surabaya, BEM Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim dan BEM Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Selain itu turut hadir dalam aksi tersebut adalah perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Anang menambahkan ia sepakat bahwa kritik harus tetap disuarakan, substansi harus tetap disampaikan, namun tetap mengedepankan etika.

"Kami sepakat harus tetap menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik terutama terkait pemilu dan pilpres 2024 dengan cara yang baik, santun dan beretika sehingga maksud dan substansi bisa tersampaikan pada masyarakat," katanya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair Ambu menyatakan boleh saja mengkritisi namun harus tetap mengedepankan moral.

"Mari kawal demokrasi tanpa provokasi agar pemilih lebih cerdas memilih pemimpinnya," ujar Ambu.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top