Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Cepat Dampak Banjir

📅 Senin, 25 Mar 2024, 10:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Atasi Cepat Dampak Banjir Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah diharapkan mempercepat penanggulangan dampak banjir di Jawa Tengah (Jateng). Musibah banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jateng, telah mengakibatkan petani setempat gelisah. Luapan air membanjiri sawah mereka, menyebabkan gagal panen yang signifikan.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, menjelaskan dampak banjir dari Sungai Juwana atau disebut Sungai Silugonggo mencakup luasan sekitar 7.000 hektare. Dengan 1.000 hektare di antaranya terdampak secara langsung.

"Tanaman jagung dan bawang merah walaupun tidak terlalu luas, tetapi terdampak juga dan kami hadir di sini untuk memberikan solusi darurat," jelas dia saat mewakili Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jumat (22/3).

Sesuai arahan Mentan Amran, Suwandi menegaskan upaya Kementan dalam menangani dampak tersebut kita sudah menyiapkan paket solusi darurat. Sudah disiapkan 12 pompa untuk menyedot air supaya bisa mempercepat air surut agar produksi bisa cepat berjalan, selanjutnya pembagian benih gratis bagi petani terdampak.

Selain itu, pemerintah juga mendorong asuransi usaha tani untuk tanaman padi dengan premi yang sebagian besar ditanggung pemerintah. Diharapkan asuransi itu bisa meringankan beban petani.

"Kemudian, tadi kami melihat bersama pertanaman sudah ada yang siap panen. Kami menyiapkan minimal 4 combine, apabila surut mesin bisa segera masuk untuk segera panen apabila tidak bisa dipanen dengan kombinasi. Kita gerakkan dengan panen manual. Kita kerja bareng-bareng supaya kualitas dari gabah bisa dipertahankan," tambahnya.

Sementara itu, Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, menyambut baik bantuan yang diberikan. "Terima kasih atas bantuan pupuk dan bibit. Semoga dengan bantuan ini, petani bisa kembali berproduksi dalam waktu dekat," kata dia.

Data terbaru menunjukkan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Pati, dengan lebih dari 5.000 hektare (ha) tanaman padi terkena dampak langsung.

Berbagai upaya seperti panen manual dan pompanisasi telah diambil untuk memulihkan kondisi. Sejumlah upaya lanjutan dalam menangani situasi ini sedang dipersiapkan dengan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan instansi terkait.

Demi untuk memastikan petani dapat segera kembali berproduksi dan masyarakat lokal dapat pulih dari dampak yang ditimbulkan oleh banjir ini.

Produksi Turun

Pada kesempatan lain, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan dengan banyaknya gagal panen ini, produksi kemungkinan menurun.

Banyaknya gagal panen ini, papar Qomar, juga dikeluhkan oleh jaringan SPI di berbagai daerah. "Artinya, penting bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga," ungkap Qomar.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Wisnu Wijaya, menerjunkan ratusan bantuan logistik ke sejumlah pengungsian dan dapur umum di daerah terdampak banjir di Kota Semarang. Wisnu yang merupakan Wakil Rakyat dari Kota Semarang turun ke lapangan bersama para relawan untuk meninjau kondisi sejumlah pengungsian dan dapur umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.