Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Akhirnya Bisa Dituntaskan Perbaikan Infrastruktur Rusak Setelah Gempa di Cianjur

Foto : ANTARA/Ahmad Fikri

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Eri Rihandiar.

A   A   A   Pengaturan Font

Cianjur - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat pembangunan akses jalan atau infrastruktur rusak terdampak gempa pada sejumlah kecamatan di Cianjur sudah tuntas dilakukan, sehingga akses penghubung termasuk perekonomian sudah kembali normal.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten CianjurEri Rihandiar saat dihubungi, Minggu, mengatakan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang rusak akibat gempa satu tahun yang lalu seperti jalan dan jembatan serta sarana pendidikan dan kesehatan sudah tuntas dibangun kembali oleh Kementerian PUPR.

"Infrastruktur jalan dan jembatan dikerjakan menggunakan anggaran pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, sebagian besar pengerjaannya sudah tuntas kurang dari satu tahun, termasuk gedung pendidikan, puskesmas, dan tempat ibadah," katanya pula.

Eri menjelaskan, jembatan yang putus akibat longsor setelah gempa penghubung antardesa dan kecamatan di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenangsudah diresmikan beberapa bulan yang lalu, sehingga aktivitas warga termasuk perekonomian sudah kembali normal.

Termasuk pembangunan jalan di sejumlah desa lainnya di Kecamatan Cugenang, Cianjur dan Warungkondang yang rusak akibat gempa sudah dapat dilalui normal dari kedua arah, sehingga aktivitas warga sudah berjalan seperti biasa, setelah dibangun menggunakan anggaran pusat.

"Sejak empat bulan terakhir masyarakat di kecamatan terdampak gempa sudah dapat menggunakan jalan dan jembatan untuk berbagai keperluan seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya, tercatat 10 titik lebih yang diperbaiki total seperti jembatan dan jalan," katanya lagi.

Eri menuturkan, perbaikan jalan dan jembatan di Kecamatan Cugenang, dengan panjang bervariatif mulai dari 200 meter hingga 5 kilometer, karena masuk dalam jalur evakuasi masyarakat ketika bencana alam kembali terjadi, seluruhnya dikerjakan pihak Kementerian PUPR.

"Kami berharap dengan tuntasnya seluruh pembangunan pascagempa, dapat membuat kehidupan masyarakat kembali berjalan normal termasuk perekonomian lebih meningkat karena ditunjang dengan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik," katanya lagi.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top