Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

70% Satuan Pendidikan Terapkan Kurikulum Merdeka

📅 Sabtu, 01 Jul 2023, 01:10 WIB | Oleh:
70% Satuan Pendidikan Terapkan Kurikulum Merdeka Doc: koran jakarta/Muhamad Ma’rup
Ket. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, dalam acara Festival Kurikulum Merdeka, di Jakarta, Jumat (30/6).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat sebanyak 70 persen satuan pendidikan telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Adapun kurikulum tersebut sudah diimplementasikan secara sukarela oleh sekitar 140 ribu satuan pendidikan pada tahun 2022.

"Tahun ini sekitar 70 persen satuan pendidikan sudah akan menerapkan Kurikulum Merdeka," ujar Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, dalam acara Festival Kurikulum Merdeka, di Jakarta, Jumat (30/6).

Anindito mengatakan, tahun ini sekitar 160 ribu satuan pendidikan akan mengimplementasika Kurikulum Merdeka. Kurikulum tersebut mulai pengembangan prototipenya pada tahun 2020 dan uji coba di sekitar 3.000 satuan pendidikan pada tahun 2021.

"Karena ini adalah proses yang membutuhkan waktu, Kemendikbudristek menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap," jelasnya.

Kurikulum Nasional

Dia mengungkapkan, proses tersebut menjadi penting, dalam rangka menetapkan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional pada tahun depan. Hal tersebut melihat sebagian besar sekolah sebenarnya sudah secara sukarela berganti dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka.

Anindito mengingatkan, bahwa perubahan ke Kurikulum Merdeka hanyalah permulaan dari proses untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Jangan sampai perubahan kurikulum berhenti pada formalitas dan status administratif belaka.

"Perubahan kurikulum harus dimaknai sebagai momentum untuk belajar menjadi guru, belajar menjadi kepala satuan pendidikan, yang lebih reflektif dan terus meningkatkan kualitas pembelajaran," tandasnya.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, meyakini prinsip Kurikulum Merdeka yang adaptif, fleksibel, dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi satuan pendidikan, fleksibel. Dengan demikian, guru dapat leluasa untuk menciptakan pembelajaran, serta berfokus pada kebutuhan murid.

"Setiap anak Indonesia berhak untuk mendapatkan pembelajaran yang jauh lebih berkualitas, jauh lebih menyenangkan, dan jauh lebih bermakna," katanya.

Nadiem menyebut, Kurikulum Merdeka hadir untuk menuntaskan persoalan krisis pembelajaran yang sudah berlangsung lama ditambah kehilangan pembelajaran akibat Pandemi Covid-19. Materi fokus pada pembelajaran yang lebih esensial, menyenangkan, relevan, dan mengutamakan perkembangan kompetensi peserta didik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.